Krisis Chip Memori 2026, Harga Laptop dan Gadget Ikut Naik

Krisis Chip Memori 2026, Harga Laptop dan Gadget Ikut Naik

Ilustrasi modul chip memori RAM pada motherboard komputer. Kenaikan harga komponen memori mulai memengaruhi harga laptop dan perangkat elektronik--(Foto: freepik)

HP berada di posisi kedua dengan pertumbuhan sekitar 8,4 persen dan pangsa pasar sekitar 20,2 persen atau sekitar 57,5 juta unit pengapalan.

Dell Technologies menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan sekitar 5,2 persen secara tahunan, pangsa pasar sekitar 14,4 persen dan pengapalan sekitar 41,1 juta unit PC.

Sementara itu Apple dan Asus menempati posisi berikutnya dengan pertumbuhan dua digit. Apple mencatat pertumbuhan sekitar 11,1 persen secara tahunan dengan pangsa pasar sekitar 9 persen dan pengapalan sekitar 25,6 juta unit.

BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 vs Galaxy S25, Selisih Harga dan Upgrade Apa Saja?

BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Ultra Hadirkan Privacy Display Pertama di Dunia

Asus menyusul dengan pertumbuhan sekitar 13,4 persen dan pangsa pasar sekitar 7,2 persen atau sekitar 20,5 juta unit pengapalan sepanjang 2025.

Krisis Memori Bisa Tekan Harga dan Spesifikasi PC

Meski pasar PC sempat tumbuh sepanjang 2025, sejumlah analis memperkirakan kondisi industri akan menghadapi tekanan baru pada 2026.

Kelangkaan chip memori berpotensi membuat produsen menurunkan rata-rata kapasitas memori pada perangkat baru atau menaikkan harga jual rata-rata perangkat.

VP Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers, Jean Philippe Bouchard, mengatakan perkembangan situasi memori global dapat mengubah pasar PC dalam waktu relatif singkat.

“Kita mungkin juga akan melihat spesifikasi memori PC diturunkan secara rata-rata untuk menjaga ketersediaan komponen. Tahun mendatang tampaknya akan sangat fluktuatif,” ujarnya.

BACA JUGA:Bocoran Spek iPhone 18 Pro Max Terbaru: Chipset 2nm dan Baterai Jumbo

BACA JUGA:Rahasia Skor AnTuTu 3,9 Juta POCO F8 Ultra: Dual Chipset yang Bikin Kompetitor Ketar-ketir

Vendor Besar Berpotensi Kuasai Pasar

Manajer Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers, Jitesh Ubrani menilai kelangkaan memori dapat membentuk kembali dinamika industri teknologi dalam beberapa tahun ke depan.

Produsen besar dinilai memiliki posisi lebih kuat karena memiliki skala produksi besar serta akses alokasi chip yang lebih stabil.

Sebaliknya, vendor kecil atau regional berpotensi menghadapi tekanan lebih berat karena keterbatasan akses terhadap komponen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: