Akasia Punya Nilai Tambah, PT PBT Jalin Kerjasama

Akasia Punya Nilai Tambah, PT PBT Jalin Kerjasama

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR - Akasia yang termasuk jenis tanaman mudah tumbuh, meskipun di lahan-lahan eks tambang, ternyata punya nilai tambah. Kabar baiknya, kayu yang dihasilkan dari tanaman akasia juga memiliki nilai tambah jika diolah menjadi barang-barang atau peralatan rumah tangga. Berangkat dari kondisi tersebut, PT Pembangunan Belitung Timur (PBT) mencoba bekerjasama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu yakni PT Albasia Nusa Karya (ANK). "Kami datang dan bekerjasama dengan PT PBT bukan hanya mengambil kayu tapi memelihara keberlangsungan dari alam Beltim," ungkap Direktur Utama PT ANK, Yadi Mulyadi, Kamis (13/1). Yadi mengungkapkan, tanaman akasia belum begitu dikenal di luar negeri meskipun secara kualitas cukup ketika diolah menjadi peralatan-peralatan rumah tangga. Padahal, tanaman akasia memiliki potensi yang sangat besar karena selama ini termasuk tanaman mudah tumbuh. "Sekarang (akasia) belum begitu dikenal, ini juga momentum biar bisa mengenalkan kayu ini bahwa kayu akasia punya nilai ekonomis dan nilai guna yang baik sehingga diharapkan kedepan baik secara kuantiti maupu kualiti bisa naik," terangnya. Dia tidak menampik, pemanfaatan kayu lainnya juga sangat tinggi seperti Sengon yang juga banyak tumbuh di Kabupaten Beltim. Karenanya, Yadi berharap kerjasama antara mereka dan PT PBT akan berimbas pada perekonomian masyarakat. "Kita berharap perekonomian Beltim bisa meningkat dan kami juga sebagai pabrik pengolahan bisa mendapatkan nilai manfaat dan nilai ekonomi juga," harap Yadi. "Produk ini seperti yang disampaikan tujuan ekspornya ke Jepang dalam tahap awal kita masih barang setengah jadi tapi kedepannya bisa kita naikkan menjadi barang jadi," imbuhnya. Sementara itu, Direktur PT PBT Fandhy Hendra Prastya mengaku pelibatan PT PBT dalam kerjasama adalah sebagai pelaksana untuk produksi dalam rangka memanfaatkan akasia. "(Akasia) yang ada selama ini di Beltim termasuk Belitung akan kita kerjasamakan dengan masyarakat dan Bumdes. Dimana potensi akasia di desa mereka kita coba berdayakan," ujar Fandhy. Selama ini, kata dia banyak tanaman akasia ditebang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Padahal, akasia termasuk tanaman yang menghasilkan kayu bernilai ekonomis. Salah satu faktor utama adalah ketidaktahuan manfaat dan peluang di pasar. "Selama inikan sama-sama kita lihat, akasia di tebang dan dibakar, sayang ternyata akasia punya nilai added value yang cukup baik. Selama ini kita belum pernah tau itu, karena pasar kita belum terbuka," jelas Fandhy. "Sekarang dengan ada ANK ketemu kita BUMD, ayo kita sama-sama optimalkan akasia yang selama ini belum termanfaatkan dengan maksimal," tutup Fandhy. (msi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: