Fezzi Minta Bupati Beltim Upayakan Tambahan Anggaran dari Pusat

Fezzi Minta Bupati Beltim Upayakan Tambahan Anggaran dari Pusat

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR - Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja mendorong Bupati agar melakukan upaya meminta tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Hal ini diungkapkan Fezzi seusai paripurna pengesahan Rancangan APBD menjadi Peraturan Daerah APBD Tahun Anggaran 2022, Selasa (30/11). "Karena keterbatasan (anggaran), Bupati dituntut lebih jeli untuk meminta dana tambahan dari pusat. Bicara anggaran (APBD) ya segitulah," ujar Fezzi. Menurut Fezzi, keterbatasan anggaran juga dilatarbelakangi kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Sehingga Bupati selaku Kepala Daerah harus mampu melihat peluang tambahan anggaran DAK. "Kalau tidak ada penambahan dana DAK, pembangunan tidak akan maksimal," kata Fezzi. Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan, APBD Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Beltim hanya mencapai Rp 901 miliar yang secara umum dibagi untuk belanja pegawai dan belanja fisik. "PAD kita Alhamdulillah masih stabil diangka Rp 100an miliar. Cuman transfer dsri pusatlah yang kurang, memang sekarang ini ada beberapa catatan untuk penanggulangan Covid-19 dan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat masih ada," sebut Fezzi. Karenanya, ia tetap berharap Bupati Beltim menambah anggaran dari pusat maupun Provinsi yang selama ini relatif paling kecil. Itupun sudah menjadi program Provinsi yang peruntukkannya sudah jelas. "Beltim tahun anggaran 2021, puluhan miliar dana DAK tidak terserap. Banyak sekali di OPD, ada ambulan 3 unit yang nilainya Rp 3 miliar, belum lagi terkait kegiatan lainnya sekitar Rp 20 miliar yang tidak terserap," jelasnya. "Karena tidak terserap di 2021, ini menjadi perhatian pusat. Karena pusat melihat kalau serapan tinggi terpakai akan terus diberikan, kalau tidak terpakai bisa dikurangi," sambung Fezzi. Sementara itu, Bupati Beltim Burhanudin mengakui anggaran tahun 2022 mengalami defisit. Hanya saja, Burhanudin melihat besarannya masih relatif. "Intinya kita berterima kasih bahwa hari ini DPRD bersama eksekutif telah menyepakati rancangan APBD menjadi Peraturan daerah ABPD Beltim tahun anggaran 2022," ujarnya. Ia berharap, dengan disahkannya APBD Beltim 2022 maka kepada seluruh kepala OPD sambil menunggu proses verifikasi dari Provinsi dapat menyusun dokumen untuk 2022, dimulai hari ini. Termasuk kegiatan fisik yang akan dilelang sudah mulai dihitung dan disusun dari sekarang. "Tidak lagi menunggu, jangan sampai nanti hambatan pembangunan dikarenakan alasan abcd. Ini sudah ketok lalu, mereka (OPD) yang mengusulkan, mereka merencanakan otomatis mereka harus tahu kapan kegiatan harus dilaksanakan. Jadi kegiatan 2021 terakhir, per Desember sudah diumumkan kembali sehingga Januari sudah lelang," pungkasnya. (msi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: