Kasus Kekerasan Anak dan Pernikahan Dini di Beltim Mengkhawatirkan

Kasus Kekerasan Anak dan Pernikahan Dini di Beltim Mengkhawatirkan

BELITONGEKSPRES.CO.ID, GANTUNG - Kasus kekerasan terhadap anak serta pernikahan dini di kabupaten Belitung Timur (Beltim) dinilai cukup mengkhawatirkan. Bahkan, data menempatkan Kabupaten Beltim pada urutan kedua diantara Kabupaten/Kota se Bangka Belitung (Babel). Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Beltim melalui UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) menggelar sosialisasi di berbagai sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Kali ini, SMP Negeri 1 Gantung mendapatkan kesempatan untuk memberikan pengetahuan kepada anak didiknya terkait resiko dan dampak dari pernikahan dini. Kepala UPTD PPA Beltin, Lisa Melinda mengatakan, sosialisasi bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan menghentikan lonjakan kasus terhadap pernikahan dini. "Untuk kabupaten Beltim kita menempati posisi kedua kasus pernikahan dini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Maka dari itu untuk menghentikan lonjakan kasus tersebut kita hari ini lakukan sosialisasi," ujar Lisa ditemui Belitong Ekspres usai sosialisasi di SMP Negeri 1 Gantung, Rabu (23/3). Ia menegaskan, sosialisasi pencegahan pernikahan dini tersebut sangat penting mengingat banyak pelajar sekolah yang harus menjalani pernikahan dini. Sementara kematangan usianya belum cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga. "Karena dampak dari pernikahan dini apabila ditinjau dari aspek psikologis, kesehatan dan aspek sosial akan sangat berpengaruh terhadap individu pelaku pernikahan dini ini," tega Lisa. Selain itu, Lisa pun berpesan agar sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi perhatian terhadap anak-anak. Namun seluruh pihak, dimulai dari pemerintah daerah serta pemerintah desa agar memperhatikan kasus pernikahan dini Kabupaten Beltim. "Ayo kita lakukan pencegahan bersama-sama perlu adanya dukungan dari keluarga, lingkungan serta pemerintah daerah maupun desa," ujarnya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gantung, Heni menyatakan dukungan dan mengapresiasi dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Des Kabupaten Beltim. "Kami sangat berterima kasih kepada UPTD PPA Kabupaten yang telah menyelenggarakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan insya Allah untuk kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak," ujar Heni. Heni menegaskan edukasi kepada usia anak yang menginjak remaja sangatlah penting, terutama bahaya bila melakukan pernikahan dini. Ia pun berharap anak asuhnya dapat memahami bahaya tersebut, dan lebih semangat dalam menggapai cita-cita. (msi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: