Khilafatul Muslimin Masuk Babel, Polres Belitung Masih Lakukan Pendalaman

Khilafatul Muslimin Masuk Babel, Polres Belitung Masih Lakukan Pendalaman

Kapolres Belitung AKBP Tris Lesmana Zeviansyah--

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN - Organisasi Khilafatul Muslimin sudah masuk ke Provinsi Bangka Belitung (Babel). Selasa (14/6) lalu, Polres Bangka Barat telah mengamankan seorang pria berinisial A (47) yang diduga sebagai petinggi kelompok Khilafatul Muslimin tersebut.

Lalu, apakah organisasi tersebut sudah ada di Belitung?. Seperti diketahui, Khilafatul Muslimin adalah organisasi yang mengusung tentang ideologi khilafah, yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila. Serta berniat untuk menggulingkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Hampir di seluruh Indonesia, organisasi tersebut mendapat penolakan. Termasuk di Kabupaten Belitung. Kapolres Belitung AKBP Tris Lesmana Zeviansyah belum berkomentar banyak ketika ditanya mengenai potensi organisasi Khilafatul Muslimin masuk ke Kabupaten Belitung.

"Kita masih koordinasi dan melaksanakan pendalaman lebih lanjut," kata AKBP Tris Lesmana Zeviansyah saat ditanya Belitong Ekspres terkait potensi dan antisipasi Khilafatul Muslimin masuk Kabupaten Belitung, Rabu (15/6) kemarin.

GP Ansor Minta Tindak tegas

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Belitung Muhammad Iqbal Yusuf mengatakan, dirinya sudah mengetahui ada berita tentang masuknya Khilafatul Muslimin ke Pulau Bangka.

Namun untuk di Belitung, dirinya masih menunggu informasi perkembangan dari pihak kepolisian. Dia berharap, organisasi tersebut tidak masuk ke Belitung. Sebab bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Jika nanti ditemukan adanya indikasi organisasi tersebut, maka pihak kepolisian maupun aparat keamanan harus menindak tegas. Kita jelas menolak organisasi yang bertentangan dengan Pancasila," kata pria yang akrab disapa Gus Iqbal ini.

Untuk mengantisipasi masuknya organisasi tersebut, Gus Iqbal meminta kepada para pemuda agar mengaji kitab Aqidatul Awam kepada Kiai dan Habaib Nadhlatul Ulama. "Kitab itu mengajarkan tentang Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah yang sejalan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945," ungkapnya.

Selain itu, para pemuda yang ada di Belitung harus menanamkan jiwa cinta tanah air. Sehingga ketika mereka sudah dewasa tidak menjadi teroris penghianat bangsa. "Sesuai dengan kata Habib Luthfi bin Yahya, mencintai tanah air adalah sebagai wujud terimakasih kita kepada Allah dan Rasulnya," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: