Bocah 'Kalkulator Berjalan', Anak Jenius Petani Indonesia Juara 1 Matematika Dunia

Bocah 'Kalkulator Berjalan', Anak Jenius Petani Indonesia Juara 1 Matematika Dunia

Menyabet Juara 1 di Kompetisi Matematika Dunia, Nono Kupang Dijuluki 'Bocah Kalkulator Berjalan--Tangkapan layar/disway.id

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Anak jenius dari keluarga seorang petani asal Indonesia ini mendapat julukan 'Bocah Kalkulator' berjalan.

Julukan Bocah 'Kalkulator Berjalan' karena anak petani Indonesia bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay itu, berhasil menjuarai kompetisi matematika tingkat dunia.

Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay juara 1 kompetisi matematika tingkat dunia, International Abacus World Competition 2022.

Abacus World Competition 2022 adalah kompetisi matematika dan sempoa tingkat dunia yang diselenggarakan Abacus Brain Gym (ABG).

BACA JUGA:Program Subsidi Tepat, Pertamina Batasi Mobil Pribadi Beli Pertalite dan Solar, Ini Penjelasannya

Bocah jenius 'Kalkulator Berjalan' yang akrab disapa Nono itu merupakan siswa SD yang berasal dari daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sang bocah tercatat masih duduk di bangku kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Nono berhasil menyisihkan 7000 peserta dari seluruh dunia, diantaranya dari Australia, Qatar dan Amerika Serikat (AS) dan negara lain.

Siswa SD berusia 8 tahun ini, keluar sebagai juara pertama. Peringkat kedua diraih siswa asal Qatar dan ketiga diraih siswa asal Amerika Serikat.

BACA JUGA:Dilarang, Kemenag Rilis Daftar 108 Lembaga Pengelola Zakat Tak Berizin, 2 Ada di Babel

Nono merupakan siswa binaan PT Astra Internasional TBK melalui yayasan pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) di Kupang NTT. Ia berhasil meraih skor 97.02 setelah menyelesaikan 15.201 file. 1 file berisi 10 soal.

Jadi total keseluruhan soal yang diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun sebanyak 152.010 soal yang diujikan dalam bentuk virtual dan listen dalam bahasa Inggris.

Keberhasilan siswa kelas 2 SD dari ayah yang berprofesi sebagai tani dan ibu sebagai guru ini berhak mendapatkan piala dan unas yunai sebesar U$ 200.

Berbagai komentar menghiasi media sosial atas keberhasilan siswa asal Kupang, NTT di ajang kompetisi matematika tingkat dunia itu.

Sumber: disway.id