Tahun 2023, Pupuk Subsidi di Beltim Sudah Terintegrasi E-Aplikasi

Tahun 2023, Pupuk Subsidi di Beltim Sudah Terintegrasi E-Aplikasi

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distangan) Kabupaten Beltim, Heryanto--

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Data pupuk subsidi para petani di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai tahun 2023 sudah terintegrasi melalui sistem E-aplikasi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distangan) Kabupaten Beltim, Heryanto mengatakan, sistem E-aplikasi  akan langsung mengetahui petani yang berhak atas pupuk subsidi secara cepat dengan data by name by adress. 

"Memang secara kuantitas pupuk subsidi jauh berkurang karena sesuai Permentan nomor 10 tahun 2022 komoditas yang berhak  mendapatkan pupuk subsidi cuman 9 komoditas. Di sektor pangan cuman padi, cabe dan bawang merah sedangkan sektor perkebunan hanya komoditas kakao, tebu dan kopi," ungkap Heryanto, Senin (13/2/2023).

Karena alasan itu pula, jatah pupuk subsidi bagi petani Beltim berkurang. Sebab komoditas sektor perkebunan yang dominan diusahakan masyarakat adalah lada, karet dan kelapa sawit. "Jadi otomatis tidak mendapatkan pupuk subsidi," sebutnya.

BACA JUGA:Lomba GEMPAR Distangan Beltim Dukung Program 'Yuk Ke Ume'

BACA JUGA:Petugas Pantarlih di Beltim Siap Lakukan Coklit, Mulai Tanggal 12 Februari

Diakui Heryanto, RDKK awal yang mereka susun praktis mengalami perubahan signifikan karena terbitnya Permentan. Sehingga proses sortir ulang dilakukan untuk mengeluarkan nama petani pekebun lada, karet dan kelapa sawit.

"Jadi cuman hanya petani kopi yang mendapatkan pupuk subsidi," kata Heryanto.

Meski demikian, sebagai bentuk perhatian kepada petani pengguna pupuk non subsidi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan sudah melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Pupuk Indonesia untuk membuka warung PEI yang menyediakan pupuk non subsidi.

"Harganya diatas harga subsidi tapi paling tidak bisa mendekatkan akses mendapatkan pupuk ke masyarakat. Kita juga sudah menghimbau kios pengecer di Beltim biar mereka juga menyediakan pupuk non subsisi agar ada alternatif dan petugas PPL kami lebih aktif mengedukasi petani beralih ke pupuk organik," tukasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: