Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib UMKM: Kisah Inspiratif Go Digital & Raup Omzet Menggiurkan

Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib UMKM: Kisah Inspiratif Go Digital & Raup Omzet Menggiurkan

Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib UMKM: Kisah Inspiratif Go Digital & Raup Omzet Menggiurkan-Istimewa-

Program ini diselenggarakan baik secara daring maupun tatap muka, dengan materi yang komprehensif: mulai dari pengelolaan bisnis, pemasaran digital, strategi branding, pembuatan akun e-commerce, optimasi media sosial seperti TikTok, hingga prosedur ekspor.

“Pelatihan itu hampir setiap hari ada, kadang online, kadang offline. Kami diajarkan membuat akun e-commerce, TikTok, sampai cara ekspor. Materi favorit saya adalah strategi berjualan di e-commerce dan branding produk,” ujarnya.

BACA JUGA:Kisah Pemuda Lahat Bangun 10 Cabang AgenBRILink, Buka Lapangan Kerja bagi Warga Sekitar

BACA JUGA:Sinergi BRI & Indogrosir Hadirkan Inovasi Transaksi Digital, Dukung UMKM dan Ritel Modern

Dari pelatihan inilah, Widya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga membangun jaringan bisnis yang kuat dengan sesama pelaku UMKM.

Produk Berkualitas dan Strategi Pemasaran

Kreasi Nyobi kini memiliki dua kategori produk unggulan: pempek frozen yang tahan lama untuk dikirim ke luar daerah, dan pempek ready-to-eat yang siap santap untuk pelanggan lokal.

Untuk pemesanan katering, tersedia paket pondokan isi tiga pempek dengan harga Rp12.000. Penjualan reguler dibanderol Rp4.000 per biji, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 4.000 pcs per bulan.

Jaringan pemasaran Kreasi Nyobi mencakup penjualan langsung, kerja sama dengan reseller yang ditemui saat pameran atau bazar, serta partisipasi rutin di berbagai event komunitas UMKM dan BUMN.

BACA JUGA:BRI Konsisten Dukung UMKM, Holding Ultra Mikro Salurkan Kredit Rp631,9 Triliun ke 34,7 Juta Debitur

BACA JUGA:BRI Perluas Penyaluran KPR Subsidi FLPP, Sasar 25.000 Rumah untuk MBR di 2025

Pendekatan ini terbukti efektif, bukan hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memperluas jejaring bisnis yang berpotensi mendatangkan pelanggan baru secara berkelanjutan.

Di balik dapur produksinya, Widya dibantu oleh tim kecil yang terdiri dari tiga orang di bagian produksi dan satu orang di bagian operasional. Omzet bulanan saat ini berada di kisaran Rp10–15 juta.

Meski demikian, hampir seluruh keuntungan masih diputar kembali sebagai modal untuk mengembangkan usaha.

“Belum ambil keuntungan besar, semua masih untuk modal. Ke depan saya ingin punya toko offline, tapi butuh dana yang cukup besar,” ungkapnya.

Bukti Nyata Pemberdayaan UMKM

Bagi Widya, kesuksesan yang ia raih adalah bukti konkret bahwa program Rumah BUMN BRI mampu memberdayakan pelaku usaha mikro dan ultra mikro untuk naik kelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: