Motif Penyelundupan Timah Ilegal Beltim ke Malaysia Terungkap, Dari Rp180 Ribu Jadi Rp900 Ribu
Lokasi pengolahan timah ilegal di Desa Mayang, Kelapa Kampit, Beltim, yang disegel tim gabungan Bareskrim Polri. Selisih harga Rp180 ribu hingga Rp900 ribu diduga jadi motif penyelundupan ke Malaysia-Muchlis Ilham/BE-
KELAPA KAMPIT, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pasca penggerebekan lokasi pengolahan timah ilegal di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Bareskrim Polri mengungkap peran pelaku.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga seorang pria berinisial A terlibat dalam pengiriman timah ke Malaysia melalui jalur nonresmi yang telah berlangsung beberapa kali.
Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari penyegelan lokasi pemurnian timah ilegal di Desa Mayang oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Bangka Belitung, dan Polres Beltim.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol M Irhamni menyampaikan, peran A diduga berkaitan dengan distribusi timah yang tidak melalui mekanisme tata niaga resmi.
BACA JUGA:Lokasi Pengolahan Timah Ilegal di Beltim Dibongkar Bareskrim, Penyelundupan ke Malaysia Terendus
BACA JUGA:Suzuki Gixxer 250 2026 Meluncur, Sport Naked 250 cc Penantang Yamaha MT-25
Terhubung dengan Mitra Penyalur
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, A diketahui merupakan karyawan sekaligus memiliki hubungan kerja sama dengan perusahaan mitra penyalur, yakni Bumi Energi dan PT ABS.
Dalam skema resmi, hasil tambang masyarakat seharusnya disalurkan melalui perusahaan mitra sebelum masuk ke PT Timah Tbk sebagai jalur legal perdagangan timah.
Namun dalam praktik yang kini didalami penyidik, jalur tersebut diduga tidak digunakan dalam sejumlah pengiriman.
Timah justru dialihkan ke pasar gelap dan dikirim ke luar negeri melalui jaringan yang masih ditelusuri aparat gabungan.
BACA JUGA:Jadwal myBCA Belitung Multisport Festival 2026, Pemkab Dorong Sport Tourism
BACA JUGA:Cara Dapat DANA Kaget Rp200.000 untuk Ngabuburit Ramadan 2026
Empat Kali Pengiriman, Volume Puluhan Ton
Dari keterangan saksi, aktivitas penyelundupan atau pengiriman dari Beltim ke Malaysia disebut telah berlangsung sebanyak empat kali.
Setiap pengiriman diperkirakan berkisar antara 15 hingga 30 ton. Jika diakumulasi, total volume yang diduga telah keluar mencapai sekitar 60 ton.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: