Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja dan Hidupkan 58 Ribu UMKM
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menggelar konferensi pers update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026)--(Foto: Bakom RI)
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Program revitalisasi sekolah yang digencarkan pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
Tercatat, program ini telah menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menghidupkan sekitar 58 ribu UMKM di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam konferensi pers update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Ia menyebut, skala program yang masif membuat dampaknya terasa langsung di tingkat lokal. Setiap proyek pembangunan sekolah melibatkan pekerja dari lingkungan sekitar.
“Rata-rata satu sekolah melibatkan sekitar 22 pekerja. Dengan 16 ribu lebih titik, totalnya mencapai 238.131 tenaga kerja,” ujar Qodari.
BACA JUGA:Libur Lebaran 2026 di Aceh, Air Terjun 7 Tingkat Tapak Tuan Jadi Primadona Wisata
Gerakkan Ekonomi Lokal di Sekitar Proyek
Qodari menjelaskan, tenaga kerja yang terlibat tidak hanya berasal dari sektor konstruksi, tetapi juga berbagai profesi lain.
Mulai dari insinyur, pengawas proyek, hingga tenaga pendukung turut terlibat dalam proses pembangunan. Hal ini membuat program revitalisasi sekolah menjadi penggerak ekonomi lokal di sekitar lokasi proyek.
Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga memberikan dampak luas terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekitar 58 ribu UMKM ikut terlibat, mulai dari penyedia bahan bangunan lokal, jasa percetakan, hingga penyedia alat tulis.
“Program ini juga berkontribusi pada pendapatan daerah melalui pajak dan konsumsi masyarakat,” jelas Qodari.
BACA JUGA:Harga BBM Global Naik Tajam, Indonesia Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah
Fokus pada Fasilitas Pendidikan yang Layak
Program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga peningkatan fasilitas pendidikan secara menyeluruh.
Pemerintah memastikan setiap sekolah memiliki ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, serta fasilitas pendukung yang memadai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: