Modus Penipuan Tiket Pesawat di Bandara Belitung, Pria Asal Jakarta Rugi Rp1 Juta
Korban kasus penipuan berkedok pengurusan tiket pesawat saat melapor di SPKT Polres Belitung-Ainul Yakin/BE-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Seorang pria asal Jakarta mengaku menjadi korban penipuan berkedok tiket pesawat di area Bandara H.AS Hanandjoeddin Belitung.
Korban disebut mengalami kerugian Rp1 juta setelah percaya kepada pria tak dikenal yang menawarkan bantuan pemesanan tiket penerbangan.
Peristiwa itu dialami pria bernama Moris (25) pada Jumat, 22 Mei 2026, saat dirinya hendak kembali ke Jakarta usai berada di Belitung.
Kasus penipuan berkedok pengurusan pembelian tiket pesawat tersebut telah dilaporkan ke Polres Belitung dan tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
BACA JUGA:Rotasi Jabatan Polres Belitung, Kasat Reskrim dan Kasatres Narkoba Resmi Berganti
Berawal Cari Tiket Pesawat di Bandara
Menurut pengakuan korban, saat tiba di Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan dirinya belum memiliki tiket penerbangan menuju Jakarta.
Ia kemudian berinisiatif mencari tiket secara langsung di kawasan bandara. Namun situasi berubah ketika seorang pria yang tidak dikenal menghampirinya.
Pria tak dikenal tersebut menawarkan bantuan pengurusan tiket pesawat dengan alasan proses pembelian bisa dilakukan lebih cepat.
Karena tidak menaruh curiga, korban menerima tawaran tersebut. “Dia bilang bisa bantu urus tiket. Setelah itu KTP saya difoto, lalu dia pergi ke arah konter maskapai,” ujar Moris kepada Belitong Ekspres.
BACA JUGA:Cuma Gara-Gara Utang Rp50 Ribu, Residivis Tikam Penagih hingga Luka Parah
Pelaku lalu meminta foto kartu tanda penduduk (KTP) korban dengan dalih sebagai syarat administrasi pemesanan tiket.
Korban Diminta Bayar Lewat QRIS, Pelaku Menghilang
Tak lama setelah pergi, pria tersebut kembali menemui korban. Menurut Moris, pelaku kemudian meminta pembayaran tiket menggunakan metode QRIS.
Karena meyakini proses pembelian sedang berlangsung, korban melakukan transfer sesuai nominal yang diminta.
“Dia meminta untuk membayar melalui QRIS. Setelah ditransfer dia langsung pergi dan saya disuruh menunggu,” kata Moris.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: