Daftar Mobil Disuntik Mati di Indonesia 2026, Era Mesin Konvensional Berakhir
Honda HR-V 1.5 Turbo RS, Performa Dikalahkan Efisiensi--(Foto: Honda)
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Era mesin konvensional benar-benar memasuki babak akhir di Indonesia. Di 2026, sejumlah mobil bermesin bensin murni resmi disuntik mati dan tak lagi dijual di pasar nasional.
Ini bukan sekadar keputusan produk, melainkan sinyal kuat perubahan arah industri otomotif Tanah Air. Elektrifikasi kini bukan lagi wacana atau tren global semata. Ia sudah menjadi fondasi baru.
Pabrikan mulai meninggalkan mesin lama dan mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid serta elektrifikasi penuh sebagai standar mobil masa depan. Dalam satu dekade terakhir, inilah titik perubahan paling krusial bagi industri otomotif Indonesia.
Memasuki tahun 2026, sejumlah mobil bermesin konvensional resmi angkat kaki dari pasar nasional. Model-model ini bukan pemain sembarangan. Sebagian pernah menjadi tulang punggung penjualan.
BACA JUGA:5 Mobil Paling Irit BBM 2025 di Indonesia, Konsumsi Tembus 35 Km per Liter
Ada yang dikenal irit, bandel, bahkan ikonik. Namun perubahan zaman tidak bisa ditawar. Regulasi emisi makin ketat. Harga energi terus berfluktuasi. Preferensi konsumen ikut bergeser.
Kini mobil tidak lagi dinilai hanya dari tenaga dan desain. Efisiensi bahan bakar, teknologi elektrifikasi, serta dampak lingkungan menjadi pertimbangan utama.
Pabrikan pun merespons cepat. Portofolio produk dirapikan. Mesin pembakaran internal murni mulai ditinggalkan. Hybrid dan elektrifikasi didorong ke garis depan.
Hasilnya jelas. Sejumlah mobil harus disuntik mati. Bukan karena gagal total, tapi karena dianggap tidak lagi relevan dengan arah pasar ke depan.
BACA JUGA:11 Jenis Mobil Honda Populer 2025, Lengkap dari City Car hingga Sedan Premium
Berikut daftar mobil yang resmi tidak lagi dijual di Indonesia memasuki 2026, dirangkum dari berbagai sumber industri otomotif.
Toyota Veloz Non Hybrid, Akhir Era Mesin Bensin Murni
Toyota mengambil langkah yang cukup tegas. Veloz bermesin bensin konvensional resmi dihentikan produksinya sejak 2025. Keputusan ini bukan langkah dadakan. Ini bagian dari strategi besar Toyota menuju elektrifikasi bertahap.
Tak lama setelah itu, Toyota memperkenalkan Veloz Hybrid di ajang GJAW 2025. Model ini langsung diposisikan sebagai satu-satunya pilihan Veloz untuk pasar Indonesia. Artinya jelas. Era Veloz bensin murni sudah ditutup.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: