IHSG Pecah Rekor Tertinggi, 5 Saham Ini Terbang hingga 34%

IHSG Pecah Rekor Tertinggi, 5 Saham Ini Terbang hingga 34%

Ilustrasi: IHSG Pecah Rekor Tertinggi, 5 Saham Ini Terbang hingga 34%--(freepik)

BELITONGEKSPRES.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan kembali mencatat sejarah. Pada penutupan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, IHSG menguat 11,2 poin atau 0,13 persen ke level 8.944,8. Posisi ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan IHSG kali ini diiringi pergerakan agresif sejumlah saham. Beberapa emiten bahkan mencetak lonjakan harga fantastis hingga lebih dari 30 persen dalam satu hari perdagangan.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia terbilang ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 36,8 triliun. Sebanyak 367 saham ditutup menguat, 375 saham melemah, dan 216 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat 68,5 juta saham dengan frekuensi 4,5 juta kali transaksi.

Dari sisi sektoral, penguatan paling menonjol datang dari sektor perindustrian yang melonjak 2,4 persen. Kinerja positif juga terlihat pada sektor barang konsumen primer yang naik 1,18 persen serta sektor barang baku sebesar 1,11 persen.

BACA JUGA:CAD/JPY Melemah di Timeframe H4, Tekanan Bearish Mulai Menguat

BACA JUGA:5 Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cuan Saldo DANA Sambil Rebahan

Sektor energi ikut menguat 0,51 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik tipis 0,16 persen. Kenaikan di sejumlah sektor ini turut menopang laju IHSG hingga mampu mencetak rekor baru.

Namun tidak semua sektor bergerak searah. Tekanan jual masih terasa di sektor transportasi yang turun 1,83 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor barang konsumen non-primer sebesar 0,93 persen dan sektor teknologi 0,56 persen.

Sektor keuangan ikut terkoreksi 0,24 persen. Sektor properti melemah 0,22 persen, sementara sektor kesehatan turun tipis 0,05 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG hingga mencetak all time high dipicu oleh aksi beli investor asing. Aliran dana asing dinilai masih menjadi penopang utama pasar saham domestik di awal tahun ini.

BACA JUGA:Kenapa USDCAD Bergerak Kuat? Ini Pengaruh Harga Minyak dan Bank Sentral

BACA JUGA:USDCAD Menguat di Time Frame H4, Peluang BUY Makin Terbuka Jelang Rilis Data Ekonomi AS

Di sisi lain, pergerakan bursa saham Asia terpantau bervariasi. Pasar tengah mencermati ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat sepanjang tahun 2026.

Pilarmas juga mencatat laju penguatan IHSG tertahan oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Asia Timur. Ketegangan muncul setelah China menerapkan kontrol ekspor produk militer ke Jepang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: investor.id