IPIM Belitung Ikut Soroti Rencana Diskotik De Lapark, Pemda Diminta Libatkan Ulama dan Warga
Ketua IPIM Belitung Firmansyah menyoroti rencana pembangunan diskotik di kawasan THM De Lapark dan meminta pemerintah melibatkan ulama serta warga dalam pembahasannya-Foto: Reza/BE-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Rencana pembangunan diskotik di kawasan tempat hiburan malam (THM) De Lapark, Desa Aik Merbau, Kecamatan TANJUNGPANDAN, kembali mendapat sorotan.
Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Belitung meminta pemerintah daerah mengkaji dampak sosial serta melibatkan ulama dan warga sebelum rencana tersebut direalisasikan.
Ketua IPIM Kabupaten Belitung Firmansyah mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar dalam menyikapi rencana operasional THM tersebut.
Menurutnya, investasi tetap penting, tetapi pelaksanaannya harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan dan kondisi sosial daerah.
BACA JUGA:Air Baku PDAM Belitung Menipis, Kolong Dekat RSUD Disiapkan untuk MCK Darurat
“Kita bukan mau menghambat investasi, bukan mau menghambat orang berusaha. Tetapi kita juga harus melihat situasi dan kondisi masyarakat setempat,” ujar Firmansyah kepada Belitong Ekspres, Kamis (8/10/2026).
IPIM Minta Rencana Diskotik Dikaji
Firmansyah menilai rencana pembangunan tempat hiburan diskotik tidak cukup dilihat dari sisi investasi dan legalitas usaha.
Pemerintah juga perlu melihat kesiapan masyarakat serta potensi persoalan sosial yang dapat muncul apabila tempat hiburan tersebut nantinya beroperasi.
Ia menyebut karakter masyarakat Belitung yang memiliki nilai sosial dan keagamaan kuat menjadi salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan pemerintah.
“Jangan disamakan dengan daerah lain yang masyarakatnya mungkin sudah terbiasa menerima konsep hiburan seperti ini. Kita harus melihat apakah masyarakat kita memang sudah siap dan apa dampaknya,” katanya.
BACA JUGA:THM De Lapark Dikeluhkan Warga, Pemkab Belitung Tindaklanjuti Legalitas Bangunan Diskotik
Menurut Firmansyah, potensi dampak terhadap generasi muda juga perlu menjadi perhatian sejak awal.
Berbagai persoalan sosial, kata dia, sebaiknya diantisipasi ketika rencana masih dalam tahap pembahasan.
Karena itu, IPIM mendorong Pemkab Belitung membuka ruang dialog dengan berbagai pihak sebelum keputusan lebih lanjut diambil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: