MANGGAR - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Kadindik Beltim), Amrizal menyayangkan masih adanya beberapa tenaga pendidik yang enggan divaksin. Hal ini diungkapkan Amrizal ketika ditanya capaian vaksinasi tenaga pendidik menjelang dimulainya proses belajar mengajar di sekolah.
"Suatu keharusan (vaksin) di bawah Dindik, tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah khususnya harus dipastikan divaksin sebenarnya dari Kementerian Pendidikan. Tapi dalam kenyataannya belum semua divaksin," ujar Amrizal, Rabu (6/23) kemarin. Namun, Amrizal juga membenarkan bahwa masih banyak tenaga pendidik dan kependidikan belum mendapat vaksinasi karena alasan keterbatasan pasokan vaksin yang diterim Dinas Kesehatan. Dindik Beltim sendiri telah mengirimkan seluruh daftar nama tenaga pendidik dan kependidikan kepada Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu. "Jadi pihak Dinkes, dalam hal ini yang punya hak memvaksin belum semua divaksin. Pertama mungkin karena alasan terbatasnya vaksin dan ada beberapa tenaga pendidik yang tidak mau divaksin. Ini agak sulit jadi saya menyarankan kepada semua pendidik ya marilah sama-sama menjadi orang yang siap divaksin," urainya. Menurutnya, saran agar tenaga pendidik menerima vaksin karena mereka berhadapan dengan siswa setiap hari. Ia khawatir disaat siswa membawa virus, tenaga pendidik menjadi tertular. Atau sebaliknya, tenaga pendidik yang membawa virus terhadap siswa. "Jadi kalau sudah divaksin InsyaAllah kita terlindungi, secara psikologis merasa aman bahwa kita sudah divaksin," harap Amrizal. Amrizal menjelaskan, sekolah-sekolah akan mulai dibuka pada tanggal 5 Juli mendatang. Namun proses belajar mengajar baru akan dimulai pada tanggal 12 Juli. Selama rentang waktu tersebut, sekolah diberi kesempatan memberikan sosialisasi kepada siswa baru terkait Covid. "Ini sudah menjadi rambu-rambu Kementrian, walau kita tau di daerah lain sudah kembali merah tapi kita berharap Beltim tidak terjadi hal seperti itu. Kita berharap normallah, anak-anak dalam tatap muka lebih baik. Nanti akan disesuaikan dengan kondisi daerah kita. Kalau memang merajalela, ya kita tutup. Sifatnya tidak memaksakan diri," tukasnya. Ia menambahkan, tatap muka normal yang dimaksud adalah normal berbatas yakni jam pelajaran dihitung 30 menit dan penerapan shift pagi siang bagi siswa SMP. "Tapi masih kita formulasikan dengan baik dengan kawan-kawan (Kabid dan Kepala Sekolah)," tutup Amrizal. (msi)Kamis 24-06-2021,01:51 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 23-10-2026,15:58 WIB
Harga Timah Meroket, Tambang Ilegal Babel dan Kerusakan Lingkungan Jadi Sorotan
Jumat 23-10-2026,16:39 WIB
Karnaval Belitung 2026 Digelar Sabtu, DLH Imbau Jaga Kebersihan
Jumat 23-10-2026,20:10 WIB
Pengurus KONI Belitung 2026–2030 Dilantik, Fokus 3 Program Prioritas Majukan Olahraga
Jumat 23-10-2026,21:00 WIB
Percantik Wajah Kota Tanjungpandan, Pemkab Belitung Tata Kabel Udara
Sabtu 24-10-2026,15:28 WIB
Perkuat Kepedulian Sosial, PT Dhibi Tali Anugerah Salurkan Air Bersih ke Warga Simpang Pesak
Terkini
Sabtu 24-10-2026,15:40 WIB
Subuh Keliling, Polsek Gantung Imbau Warga Waspadai Kriminalitas dan Narkoba
Sabtu 24-10-2026,15:28 WIB
Perkuat Kepedulian Sosial, PT Dhibi Tali Anugerah Salurkan Air Bersih ke Warga Simpang Pesak
Jumat 23-10-2026,21:00 WIB
Percantik Wajah Kota Tanjungpandan, Pemkab Belitung Tata Kabel Udara
Jumat 23-10-2026,20:10 WIB
Pengurus KONI Belitung 2026–2030 Dilantik, Fokus 3 Program Prioritas Majukan Olahraga
Jumat 23-10-2026,16:39 WIB