BELITONGEKSPRES.CO.ID, - Sebanyak 160 Penduduk Desa Kalachi di Kazakhstan pernah menderita wabah misterius yang menyebabkan mereka tertidur pulas hingga beberapa hari. Wabah aneh itu terjadi sekitar 2012 hingga 2015 lalu tersebut. Sehingga, Desa tersebut dijuluki sebagai desa "Sleep Hollow". Mengutip kantor berita Kazakhstan, Azkh, Selasa (28/9/2021) penduduk desa di Kalachi dan Krasnogorsky mulai mengeluh tentang rasa mengantuk dasyat yang timbul disertai dengan mual dan halusinasi yang aneh pada Maret 2013. Saat itu, beberapa warga lokal tertidur pulas hingga beberapa hari tanpa bangun. Dokter pun kesulitan mendiagnosis para pasien tersebut. "Sebagian penderita 'penyakit tidur' ini sebelumnya terlihat sehat dan sadar sebelum mereka tertidur dalam waktu yang panjang. Setelah bangun, para penderita mengaku tidak ingat apa-apa yang terjadi sebelum mereka tertidur," tulis laporan Arynews, . Selain rasa mengantuk, sebagian penderita sindrom misterius ini pun mengaku mengalami halusinasi hebat. Anak-anak ada yang mengaku melihat kuda terbang hingga ular terbang saat tertidur. Seorang pria 60 tahun tiba-tiba mengepakan sayapnya seperti ayam. Hingga kini, belum begitu jelas penyebab sindrom misterius itu. Namun, beberapa ahli memperkirakan penyakit itu disebabkan oleh sumber air yang terkontaminasi hingga kadar konsumsi alkohol warga. Penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang Kazakhstan menyimpulkan peningkatan kadar racun monoksida di dalam air sebagai penyebab wabah misterius itu. Sebab, sampel air di lingkungan desa-desa tersebut mengandung kadar racun monoksida 10 kali lebih tinggi dari seharusnya. Pihak berwenang pun menuding sebuah tambang uranium yang terbengkalai sebagai biang keladi yang menyebabkan penyakit misterius itu. "Penyebab penyakit telah ditetapkan. Ini karbon monoksida," kata Wakil Perdana Menteri Kazakhstan saat itu, Berdybek Saparbayev. "Dulu ada tambang uranium di daerah itu yang sekarang ditutup. Kadang-kadang tambang itu melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon, sinc atau mungkin metana, dalam konsentrasi tinggi yang menyababkan wabah penyakit mengantuk terjadi," pungkasnya. Dapat diketahui, Krasnogorsky dulunya adalah pusat pertambangan dengan populasi 6.500 orang. Wilayah itu telah menyediakan biji uranium untuk industri nuklir Uni Soviet sejak 1960-an. (fin)
Rabu 29-09-2021,01:08 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,22:45 WIB
Tecno Spark 50s 5G Bisa Telepon Tanpa Sinyal, Jangkauan 1,5 Km
Senin 26-10-2026,17:46 WIB
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Blak-blakan ke Dahlan Iskan: Dakwaan Jaksa Penuh Lompatan Logika
Senin 26-10-2026,17:56 WIB
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal 25,88 Kg Emas Rp61,95 Miliar di 5 Bandara
Senin 26-10-2026,22:15 WIB
Kena PHK Bukan Akhir, 16 Perempuan di Beltim Belajar Bakery untuk Bangkit
Senin 26-10-2026,21:59 WIB
Jumlah UMKM Belitung Tembus 23.504 Unit pada 2026, Tanjungpandan Jadi Pusat Usaha
Terkini
Selasa 27-10-2026,14:07 WIB
3 HP Harga di Bawah 5 Juta 2026, Adu Baterai dan Pengisian Daya
Selasa 27-10-2026,13:01 WIB
Diskon Tiket Pesawat, Kereta, dan Kapal Nataru 2026/2027, Catat Jadwalnya!
Selasa 27-10-2026,12:29 WIB
Konser Ye Hasilkan Rp600 Miliar, Hotel Jakarta Nyaris Penuh dan 25 Ribu Turis Asing Datang
Selasa 27-10-2026,12:16 WIB
Yusril Dorong Underinvoicing Masuk Kategori Korupsi, Prabowo Soroti Kerugian Negara
Selasa 27-10-2026,08:00 WIB