Sejarah Perayaan Imlek Bersama di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Molen Bangga Rawat Keberagaman

Minggu 29-01-2023,23:47 WIB
Reporter : Juliadi
Editor : Redaksi BE

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Perayaan Imlek bersama pertama kali di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang menjadi sejarah bagi Maulan Aklil.

Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil disulap serba merah, hiasan lampion turut menyemarakan perayaan Imlek, Sabtu (28/1/2023) malam.

Ratusan undangan hadir dan membaur pada perayaan tahun baru Imlek 2023 di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang tersebut.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, ini menjadi sejarah pertama kali rumah dinas wali kota merayakan Imlek bersama.

BACA JUGA:Festival Kebhinekaan HUT ke-20 Beltim, Burhanudin Ajak Lestarikan Budaya Tradisional

BACA JUGA:Bastiar Rianto Resmi Jadi Ketua PWI Belitung

Karena itu, pria yang akrab disapa Molen, pun merasa bangga bisa merayakan Imlek dengan keberagaman dan kebersamaan, sehingga tidak ada perbedaan. 

"Kita tandakan bahwa hari ini tonghin fangin jitjong. Jangan coba-coba ada konflik Sara wali kota akan menjaganya," kata Molen saat memberikan sambutan perayaan Imlek.

Menurut Molen, perayaan Imlek ini juga menunjukkan toleransi dan kerukunan umat beragama. Mulai dari sini menimbulkan marwah baru, bahwa sara tidak ada.

Selaku kepala daerah, Molen ingin menunjukkan kebersamaan dari titik nol. Bahkan perbedaan ini menjadi suatu kekuatan bersama. 

BACA JUGA:Maulan Aklil Napak Tilas di Momen HUT ke-47 SMP Negeri 2 Sungailiat

BACA JUGA:Industri Primadona Dunia, Minyak Atsiri dari Pohon Sapu-sapu Bakal Dikembangkan di Babel

"Pangkalpinang kalau dibiarkan begini terus mau jadi apa. Terlalu kerdil kalau hanya memikirkan politik identitas. Mari kolaborasi kita bangun Pangkalpinang," katanya.

Tak hanya itu, ia sebagai pemimpin dan berani pulang ke kampung halaman untuk mengemban amanah. Pangkalpinang punya aset luar biasa utamanya para masyarakatnya yang ramah dan terkenal sopan santun.

"Untuk itu saya jadikan jargon senyum karena terkenal ramah tamah sopan tidak pernah konflik Sara. Bagaimana kita mengembalikan norma dan budaya dulu," ujar Molen.

Kategori :