MoneyHelper Inggris menekankan pentingnya kesepakatan yang realistis. Jangan menjanjikan tenggat yang kamu sendiri belum yakin bisa menepati.
Lebih baik jujur soal kemampuan daripada terlihat meyakinkan tapi gagal bayar.
BACA JUGA:Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp110.000 dari Game Penghasil Uang Nuts Heist
3. Kesepakatan Tertulis Itu Wajar, Bukan Lebay
Banyak yang gengsi bikin kesepakatan tertulis karena takut dibilang tidak percaya. Padahal ini soal profesionalisme, bukan kecurigaan.
Tidak perlu surat bermaterai. Chat WhatsApp pun cukup. Yang penting jelas. Nominal, tanggal, dan kesepakatan pengembalian.
Menurut CFPB, kesepakatan tertulis justru alat komunikasi agar tidak ada salah tafsir di kemudian hari.
4. Pinjam Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar
Tanya ke diri sendiri sebelum pinjam. Ini benar-benar perlu atau cuma ingin aman sesaat.
BACA JUGA:5 Mobil Paling Irit BBM 2025 di Indonesia, Konsumsi Tembus 35 Km per Liter
Jangan meminjam di luar kemampuan bayar. Utang yang terlalu besar justru bikin stres dan memperbesar potensi konflik.
MoneyHelper menyarankan pinjaman personal dijadikan opsi terakhir. Setelah semua alternatif lain dipertimbangkan.
Kalau sudah pinjam, pastikan kebutuhan pokokmu tetap aman.
5. Hormati Jika Teman Menolak
Tidak semua orang bisa atau mau meminjamkan uang. Dan itu sah.
Kalau ditolak, jangan baper. Jangan memaksa. Jangan menyudutkan. Temanmu mungkin punya tanggungan sendiri yang tidak kamu tahu.