Dompet seperti MetaMask, Trust Wallet, dan Exodus menawarkan fleksibilitas tinggi. Pengguna dapat berinteraksi langsung dengan protokol DeFi, NFT marketplace, dan aplikasi Web3.
Meski praktis, software wallet tetap tergolong hot wallet. Risiko phishing, malware, dan smart contract berbahaya masih menjadi ancaman.
BACA JUGA:Warga RI Rugi Rp9 Triliun Akibat Scam Menggila, Ini Modus Paling Banyak Dilaporkan
Tingkat keamanan sangat bergantung pada disiplin pengguna dalam menjaga akses dan menilai risiko aplikasi yang digunakan.
Custodial Exchange Wallet
Wallet kustodian dikelola oleh platform trading. Aset pengguna disimpan dalam sistem terpusat dengan pengamanan berlapis.
Model ini sering dipandang berlawanan dengan filosofi awal kripto, namun justru semakin diminati trader profesional.
Keunggulan utamanya adalah likuiditas instan. Aset dapat langsung digunakan untuk trading spot, futures, atau diversifikasi ke instrumen lain tanpa perlu transfer antar wallet.
BACA JUGA:5 Sektor Paling Potensial Jadi Mesin Cuan 2026, Investor Wajib Tahu
Pluang menjadi contoh model kustodian modern. Platform ini mengamankan aset dengan teknologi MPC dan infrastruktur kelas dunia, sekaligus menyediakan akses cepat ke berbagai produk investasi.
Faktor Penting Memilih Crypto Wallet untuk Trader Pro
Bagi trader berpengalaman, crypto wallet bukan sekadar tempat menyimpan koin. Ada beberapa faktor kunci yang wajib diperhatikan.
Keamanan Berlapis dan Autentikasi Biometrik
Dompet modern harus dilengkapi autentikasi biometrik, enkripsi tingkat tinggi, serta sistem persetujuan berlapis.
Untuk transaksi bernilai besar, fitur otorisasi tambahan menjadi keharusan guna mencegah akses tidak sah.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Konsolidasi Senin 12 Januari 2026, Ini Saham Rekomendasi Analis