6. Jaga kebersihan tubuh kucing
Kucing memang terkenal rajin grooming. Tapi tetap ada momen ketika kucing perlu dibantu. Terutama jika: terkena kotoran, berbulu panjang, ada kutu atau jamur, kondisi tubuhnya sedang tidak fit.
Kamu bisa memandikan kucing menggunakan sampo khusus kucing sekitar 1–2 kali sebulan. Tidak perlu terlalu sering agar kulit tidak kering.
Selain itu, jangan lupa memotong kuku secara rutin agar: kucing tidak melukai pemilik dan kotoran di kuku tidak menumpuk.
7. Ajak kucing main dan bersosialisasi
Kucing juga bisa bosan, stres, dan kurang aktif kalau seharian hanya tidur.
Luangkan waktu untuk bermain setiap hari. Tidak harus lama, tapi konsisten. Main bisa membantu menjaga berat badan ideal, merangsang kecerdasan, dan memperbaiki mood kucing.
Mainan sederhana seperti bola kecil, tali, atau teaser wand sering sudah cukup. Yang penting, kucing tetap punya aktivitas.
8. Vaksinasi sesuai jadwal
Vaksinasi membantu membentuk sistem kekebalan tubuh kucing terhadap penyakit berbahaya.
Umumnya vaksin bisa dimulai saat kucing berusia sekitar 8 minggu atau ketika berat badan minimal 1 kg, lalu dilanjutkan sesuai jadwal dokter hewan.
Vaksin inti yang umum diberikan antara lain: herpesvirus, parvovirus, dan calicivirus. Beberapa vaksin lain yang penting adalah rabies dan panleukopenia.
Ini sangat penting jika kucing berpotensi kontak dengan kucing lain, termasuk kucing liar.
BACA JUGA:Bukti Ilmiah: 7 Manfaat Pelihara Kucing di Rumah Menurut Penelitian
9. Rutin periksa kesehatan ke dokter hewan
Kucing bisa terlihat baik-baik saja, padahal ada masalah yang belum terlihat. Karena itu, pemeriksaan rutin minimal setahun sekali tetap disarankan.