Pemeriksaan berkala bisa membantu mengecek: kondisi gigi, berat badan, pola makan, aktivitas, hingga kebiasaan buang air.
Kalau kamu melihat perubahan seperti kucing tiba-tiba malas makan, sering pipis, atau mendadak agresif, lebih baik segera konsultasi.
10. Pertimbangkan steril untuk kesehatan dan kenyamanan
Steril bukan sekadar mencegah kucing beranak. Prosedur ini juga punya manfaat kesehatan yang besar.
Pada kucing betina, steril dapat mengurangi risiko: infeksi rahim dan beberapa kanker reproduksi.
Pada kucing jantan, steril membantu mengurangi kebiasaan: keluyuran, berkelahi, spraying (pipis sembarangan), dan risiko tersesat.
Steril juga membantu mengurangi populasi kucing liar yang tidak terurus.
11. Bersihkan tempat tidur dan lingkungan kucing
Banyak pemilik fokus pada makanan, tapi lupa bahwa kebersihan tempat tidur juga penting.
Kasur kucing yang kotor bisa jadi sarang: bakteri, jamur, kutu, tungau.
Jika dibiarkan, kucing bisa mengalami masalah kulit atau gangguan pernapasan. Kucing juga bisa pindah tidur ke tempat lain seperti sofa atau kasur manusia.
Biasakan membersihkan alas tidur kucing secara rutin. Cuci selimut atau bantalnya, dan pastikan area tidur tetap kering.
Kunci Merawat Kucing: Konsisten dan Penuh Perhatian
Merawat kucing itu soal rutinitas kecil yang dilakukan terus-menerus. Kebutuhan dasarnya harus terpenuhi.
Makan cukup. Minum cukup. Lingkungan bersih. Aktivitas terjaga. Ditambah pemeriksaan kesehatan berkala.
Kalau kamu ragu dengan kondisi kucing atau melihat tanda yang tidak biasa, jangan tunggu parah. Konsultasi ke dokter hewan adalah langkah terbaik.***