Pihak Scoot ketika itu juga telah melakukan survei kelayakan langsung ke Belitung pada November 2025. Survei tersebut menjadi dasar penilaian potensi pasar rute internasional ini.
“Nanti Singapura yang akan menerbangkan wisatawan ke Belitung. Terutama mereka yang masih memiliki histori dan kedekatan emosional dengan daerah kita,” kata Djoni Alamsyah.
BACA JUGA:Dafam Resort Belitung, Hotel Favorit Wisatawan dengan Akses Langsung ke Pantai Tanjung Kelayang
Pemerintah berharap Kabupaten Belitung semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di tingkat global.
Singapura diharapkan tidak hanya menjadi titik transit, tetapi juga penghubung pasar wisata lintas benua.
Jadwal dan Frekuensi Penerbangan Scoot
Pada tahap awal, Scoot akan melayani rute Singapura–Belitung sebanyak dua kali dalam sepekan. Penerbangan dijadwalkan setiap Rabu dan Minggu.
Frekuensi ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan tingkat keterisian penumpang. Pemerintah daerah berharap respons pasar berjalan positif sejak awal operasional.
Jika permintaan meningkat, frekuensi penerbangan berpeluang untuk ditambah. Penambahan jadwal akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar.
BACA JUGA:Belitung Masuk Prioritas Pengembangan Pariwisata, 3 Rute Penerbangan Internasional Disiapkan
“Kita harus meyakinkan pihak maskapai bahwa rute ini sangat potensial. Maka kerja sama ini bisa berlanjut dan frekuensi pesawat bisa ditambah,” ujar Bupati Djoni.
Optimisme tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur daerah. Selain itu, Belitung juga dinilai memiliki produk wisata yang semakin kompetitif.
Keasrian Alam Jadi Daya Tarik Utama Belitung
Pemerintah menegaskan kekuatan utama pariwisata Belitung terletak pada keasrian alamnya. Daya tarik tersebut berbeda dengan destinasi urban yang mengandalkan gedung dan hiburan modern.
Pantai, laut jernih, udara bersih, serta suasana tenang menjadi nilai jual utama daerah ini. Faktor tersebut dinilai semakin diminati wisatawan mancanegara.
Pemkab Belitung berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pariwisata berkelanjutan. Upaya konservasi disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
BACA JUGA:Pemprov Babel Siapkan Strategi Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan
“Kita ingin membawa mereka menikmati alam yang bersih dan lingkungan yang tenang. Inilah yang menjadi nilai jual kita di hadapan dunia internasional,” tegas Djoni.