Beruah Belitung dan Makan Bedulang, Penjaga Tradisi Melayu Jelang Ramadan

Sabtu 14-02-2026,14:51 WIB
Reporter : Redaksi BE
Editor : Redaksi BE

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Masyarakat Pulau Belitung terus menjaga warisan tradisi Ruwahan atau Beruah menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Kali ini, tradisi dikemas dalam acara Beruah Ramai dan Makan Bedulang ke-2 Kabupaten Belitung di Gedung Nasional Tanjungpandan, Jumat 13 Februari 2026.

Agenda rutin tahunan ini tak hanya sekadar menjadi bekal spiritual menyambut bulan suci, tetapi juga sebagai momen memperkuat silaturahmi masyarakat setempat.

Istilah Beruah merupakan sebutan khas Melayu Belitung yang berakar dari kata dalam bahasa Arab yakni Arwah. Maknanya sangat dalam, yakni mengenang roh atau jiwa orang-orang tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah.

BACA JUGA:Polres Belitung Selesaikan Kasus ITE Anak Lewat Diversi, Tak Lanjut ke Pengadilan

Ketua Panitia, Mukti Maharip, menjelaskan bahwa Beruah adalah bukti nyata pelestarian nilai adat agar tetap terjaga dan tak luntur tergerus perubahan zaman.

“Tradisi Beruah menjadi bukti nyata kita dalam upaya melestarikan nilai adat Melayu di Pulau Belitung,” ujar Mukti kepada Belitong Ekspres.

Baginya, kegiatan rutin tersebut adalah investasi budaya agar identitas daerah tidak terlupakan oleh generasi yang akan datang.

"Alhamdulillah rangkaian kegiatan berjalan lancar, tradisi Beruah Ramai dan Makan Bedulang akan terus dilaksanakan untuk ke depannya," ucapnya.

BACA JUGA:Daftar Lengkap 13 Desa di Belitung yang Gelar Pilkades 20 September 2026

Suasana sakral makin terasa saat budaya Makan Bedulang dimulai dengan beragam menu khas daerah yang menggugah selera.

Makan bersama menjadi simbol kebersamaan masyarakat yang duduk bersila dan melingkar dalam satu dulang tanpa melihat perbedaan status.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel Taufik Rizani mengapresiasi pelaksanaan tradisi ruwahan massal (ramai) di gedung bersejarah.

Ia melihat momentum di Gedung Nasional Tanjungpandan mampu membangkitkan kepedulian masyarakat untuk terus menghargai akar budayanya sendiri.

BACA JUGA:Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2026 di Belitung, Simak Rinciannya

Kategori :