Memaksakan diri berpuasa dalam kondisi tidak stabil dapat membahayakan kesehatan, bahkan berisiko mengancam nyawa.
BACA JUGA:Saldo DANA Cepat Habis? Ini Cara Dapat Voucher Belanja Hingga Kuliner Saat Ramadan 2026
BACA JUGA:Hasil Sidang Isbat Awal Puasa: 1 Ramadan Disepakati Kamis 19 Februari 2026
2. Hindari Minum Obat Saat Perut Kosong
Mengonsumsi obat diabetes dalam kondisi perut kosong dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau penurunan gula darah secara drastis.
Pastikan semua obat diminum setelah sahur atau berbuka sesuai dengan jadwal dan dosis yang telah dianjurkan dokter.
3. Jangan Makan Berlebihan Saat Sahur dan Berbuka
Makan dalam porsi besar sekaligus dapat memicu lonjakan gula darah. Kebiasaan “balas dendam” saat berbuka sebaiknya dihindari.
Lebih baik makan secara bertahap, dimulai dengan porsi ringan, lalu dilanjutkan dengan menu utama yang seimbang.
4. Batasi Minuman Manis dan Makanan Gorengan
Minuman bersoda, sirup, kopi manis, serta makanan gorengan sebaiknya dikurangi. Kandungan gula dan lemaknya dapat memperburuk kontrol gula darah.
Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan metabolisme selama puasa.
BACA JUGA:5 Motor Matic Paling Nyaman 2026 untuk Touring dan Mudik, Alasannya Masuk Akal
BACA JUGA:Cicilan KUR BRI 2026 Rp10 Juta untuk UMKM, Bisa Buat Modal Usaha Bulan Puasa
Jalani Puasa dengan Aman dan Bertanggung Jawab
Bagi pengidap diabetes, puasa Ramadan tetap bisa dijalani dengan aman selama dilakukan secara bijak dan terencana.
Kunci utamanya terletak pada disiplin menjaga pola makan, rutin memantau gula darah, serta patuh pada anjuran dokter.
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan secara menyeluruh.
Dengan persiapan yang matang, pengidap diabetes tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman dan penuh ketenangan.
Jika dilakukan dengan benar, puasa justru bisa menjadi momentum untuk membangun gaya hidup yang lebih sehat dan terkontrol ke depannya. Semoga bermanfaat!