BELITONGEKSPRES.CO.ID - Internet bakal berubah total. Nvidia resmi membangun jaringan 6G berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang bukan sekadar lebih cepat, tetapi juga lebih pintar dan otonom.
Pengumuman itu disampaikan jelang ajang MWC Barcelona. Lewat proyek ini, Nvidia menggandeng raksasa telekomunikasi global seperti Cisco Systems, Deutsche Telekom, Nokia, hingga T-Mobile US untuk membangun platform 6G yang terbuka dan aman.
Ini bukan sekadar upgrade dari 5G. Jika 5G fokus pada kecepatan dan konektivitas masif, maka 6G diproyeksikan menjadi tulang punggung era AI.
Bukan Cuma Lebih Cepat, Tapi Lebih Cerdas
6G akan memungkinkan jutaan mesin, sensor, kendaraan otonom, dan robot industri terhubung dan berinteraksi secara real time. Jaringan tidak lagi pasif, melainkan aktif mengambil keputusan berbasis AI.
BACA JUGA:Mau Saldo DANA Gratis Rp103.000? Ini Syarat dan Cara Klaimnya
BACA JUGA:Remaja Tewas Tersengat Listrik di SMK Mitra Bakti Manggar, Diduga Hendak Mencuri Kabel
Dilansir dari SiliconAngle, Senin 2 Maret 2026, CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa AI kini mendefinisikan ulang komputasi global.
“AI sedang mendefinisikan ulang komputasi dan mendorong pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia, dan telekomunikasi adalah yang berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, jaringan masa depan akan menjadi infrastruktur AI yang hidup, bukan sekadar saluran data.
AI-RAN Jadi Kunci
Teknologi inti yang diusung adalah AI-RAN atau Artificial Intelligence Radio Access Network. Arsitektur ini memungkinkan jaringan radio berevolusi lewat perangkat lunak.
BACA JUGA:Waspada! Platform Investasi Palsu Kini Makin Mirip Aslinya dan Sulit Dibedakan
BACA JUGA:Cara Dapat Uang dari Internet Tanpa Modal 2026, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
Artinya, jaringan bisa mengoptimalkan performa secara otomatis, menyesuaikan beban trafik, hingga memperbaiki efisiensi tanpa intervensi manual besar.
Evolusi menuju 6G akan dimulai dari pengembangan 5G Advanced. Uji coba awal ditargetkan pada 2028, sementara peluncuran komersial diproyeksikan sekitar 2030.
Nvidia juga menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison dan SoftBank untuk membawa teknologi ini keluar dari laboratorium menuju tahap komersial.