Layar juga perlu diperhatikan.
Refresh rate 120Hz atau 144Hz membuat tampilan lebih mulus, tetapi bukan berarti semua game otomatis dapat berjalan pada 120 FPS atau 144 FPS.
Dukungan frame rate tetap bergantung pada kemampuan chipset, optimasi game, serta pengaturan grafis yang digunakan.
Sistem pendinginan juga tidak kalah penting.
Ketika suhu perangkat terlalu tinggi, performa dapat diturunkan secara otomatis untuk menjaga temperatur. Kondisi ini bisa membuat frame rate turun setelah bermain dalam waktu lama.
Oleh karena itu, gamer yang sering bermain dalam sesi panjang sebaiknya tidak hanya mengejar angka benchmark.
BACA JUGA:Monitor Portabel Ugreen AP16 Meluncur, Layar 2.5K 165Hz untuk Gaming dan Produktivitas
Mana yang Cocok untuk ML dan PUBG?
Kelima HP tersebut memiliki karakter yang berbeda.
Infinix GT 20 Pro paling menarik bagi pengguna yang memang mengutamakan gaming.
Dimensity 8200 Ultimate, layar 144Hz, dedicated gaming display chip, dan fitur gaming membuat perangkat ini punya karakter paling kuat sebagai HP gaming.
POCO X6 5G menawarkan kombinasi performa dan layar 1,5K 120Hz yang menarik.
Sementara iQOO Z9 5G lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan performa gaming sekaligus baterai 6.000 mAh dan pengisian 80W.
Jika bujet menjadi pertimbangan utama, POCO M7 Pro 5G menawarkan kombinasi Dimensity 7025-Ultra, layar AMOLED 120Hz, dan konektivitas 5G.
BACA JUGA:Infinix GT 50 Pro Rilis, Bawa Pendingin HydroFlow dan Performa Gaming Gahar
Sedangkan Redmi Note 14 Pro 5G lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan HP serbaguna. Dengan kemampuan gaming, layar berkualitas, dan kamera yang lebih lengkap.
Pada akhirnya, HP gaming terbaik bukan selalu yang memiliki spesifikasi paling tinggi.