Makan Manis Sejak Dini Bisa Picu Kecemasan Saat Dewasa? Ini Temuan Studinya

Minggu 04-10-2026,14:03 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melihat hubungan antara paparan gula pada fase awal kehidupan dan kondisi kesehatan ketika seseorang telah berusia dewasa.

Profesor Geifman menyebut dataset UK Biobank memberikan kesempatan yang sangat jarang untuk mempelajari perubahan tersebut. Sebab, populasi penelitian mengalami transisi dari periode ketika gula tidak tersedia secara berlebihan menuju pola konsumsi yang lebih tinggi.

Karena itu, penelitian ini bukan sekadar membandingkan anak yang makan banyak gula dengan anak yang makan sedikit gula saat ini.

Para peneliti memanfaatkan kondisi historis pembatasan gula sebagai natural experiment untuk melihat kemungkinan dampak jangka panjang.

BACA JUGA:9 Makanan Ini Bisa Ganggu Kesehatan Jantung, Meski Dikira Sehat

Anak Perlu Tetap Dibatasi dari Gula Berlebih

Terlepas dari temuan mengenai kecemasan, mengurangi konsumsi gula tambahan pada anak tetap menjadi bagian dari anjuran kesehatan.

American Academy of Pediatrics menyarankan anak usia 2 tahun ke atas mengonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per hari. Sementara anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak mendapatkan gula tambahan secara rutin. Anjuran serupa mengenai batas 25 gram juga pernah ditekankan American Heart Association untuk anak dan remaja.

WHO juga merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian. Pengurangan hingga sekitar 5 persen atau 25 gram per hari disebut dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Masalahnya, gula tambahan dapat muncul dari berbagai produk yang sehari-hari dianggap biasa saja. Minuman manis, kukis, es krim, sereal, saus, makanan ringan, hingga produk ultra-proses dapat menyumbang gula tambahan dalam jumlah cukup besar.

Pedoman Diet Amerika Serikat 2025-2030 yang dikeluarkan USDA dan HHS juga menekankan pola makan sehat. Yaitu, mengutamakan makanan utuh dan padat nutrisi sekaligus mengurangi konsumsi makanan yang sangat diproses, gula tambahan, karbohidrat olahan, serta natrium berlebih.

BACA JUGA:5 Tanda Doi Sebenarnya Nggak Cinta Kamu, Cuma Pandai Berkata Manis

Bukan Berarti Anak Harus Tak Boleh Makan Manis

Temuan penelitian University of Surrey sebaiknya tidak diterjemahkan secara sederhana menjadi larangan total terhadap semua makanan manis.

Studi tersebut menunjukkan hubungan antara kondisi paparan gula pada masa awal kehidupan dan risiko kecemasan di kemudian hari. Bukan bukti bahwa satu jenis makanan manis akan secara langsung membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan.

Selain itu, penelitian menggunakan data orang yang lahir pada era pembatasan gula di Inggris pada 1950-an. Pola hidup, lingkungan, jenis makanan, pelayanan kesehatan, serta kebiasaan masyarakat saat itu tentu berbeda dengan kondisi anak-anak sekarang.

Karena itu, pesan yang paling relevan bagi orang tua adalah memperhatikan pola makan secara keseluruhan, terutama pada masa pertumbuhan.

Membiasakan anak dengan makanan bergizi, buah dan sayuran, sumber protein, biji-bijian, serta minuman tanpa tambahan gula dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun pola makan yang lebih baik sejak dini.

Kategori :