Makan Manis Sejak Dini Bisa Picu Kecemasan Saat Dewasa? Ini Temuan Studinya

Minggu 04-10-2026,14:03 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Kebiasaan mengonsumsi makanan manis sejak masa awal kehidupan ternyata dikaitkan dengan risiko kecemasan yang lebih tinggi saat dewasa.

Temuan ini muncul dari penelitian yang memanfaatkan data puluhan ribu orang yang mengalami perbedaan paparan gula pada masa awal kehidupannya.

Dikutip dari New York Post, penelitian dari University of Surrey tersebut menyoroti periode yang disebut sebagai 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga sekitar usia dua tahun.

Para peneliti melihat apakah kondisi nutrisi pada periode tersebut berkaitan dengan kesehatan mental, preferensi terhadap makanan manis, serta perkembangan otak ketika seseorang telah dewasa.

Hasil penelitian telah diterbitkan dalam jurnal Translational Psychiatry pada Agustus 2026. Studi ini menggunakan data 46.448 peserta UK Biobank yang lahir antara Oktober 1951 hingga Maret 1956, ketika Inggris masih menerapkan pembatasan gula pascaperang.

BACA JUGA:2 Anak Muda Belitung Bawa Budaya Daerah ke Panggung Nasional PPBI 2026

Bukan Sekadar Soal Suka Makanan Manis

Penelitian tersebut dipimpin Hana F. Navratilova bersama Anthony D. Whetton dan Nophar Geifman. Tim peneliti memanfaatkan kondisi pembatasan gula pada masa itu untuk membandingkan peserta dengan durasi paparan pembatasan gula yang berbeda.

Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan lamanya pembatasan konsumsi gula, mulai dari hanya selama masa kehamilan hingga berlanjut sampai usia 24 bulan.

Kelompok yang mengalami pembatasan gula paling lama, yakni sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, tercatat memiliki risiko kecemasan lebih rendah saat dewasa dibandingkan kelompok yang tidak mengalami pembatasan gula.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kelompok dengan periode pembatasan gula terpanjang cenderung memiliki ketertarikan yang lebih rendah terhadap makanan manis saat dewasa.

Setelah disesuaikan dengan sejumlah faktor, kelompok yang mengalami pembatasan gula selama 1.000 hari pertama kehidupan memiliki risiko kecemasan sekitar 33 persen lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding.

Meski begitu, temuan tersebut menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti bahwa konsumsi gula secara langsung menyebabkan gangguan kecemasan.

BACA JUGA:Bulan Bakti Peternakan di Beltim, Bupati Dorong Anak Konsumsi Telur dan Susu

Ada Perbedaan pada Sejumlah Wilayah Otak

Hal menarik lainnya muncul ketika peneliti melihat data pencitraan otak.

University of Surrey melaporkan adanya perbedaan volume materi abu-abu pada 80 dari 139 wilayah otak ketika berbagai kelompok paparan dibandingkan.

Kategori :