SEKAR dan PHE OSES Dukung Pengembangan Kepiting Bakau di Beltim

Jumat 09-10-2026,11:01 WIB
Reporter : Muchlis Ilham
Editor : Yudiansyah

Salah satu peluang yang dibahas ialah penggemukan kepiting bakau melalui metode silvofishery. Yakni pendekatan yang mengintegrasikan kegiatan budidaya dengan upaya mempertahankan fungsi ekologis mangrove.

Materi teknis disampaikan Kepala Bagian PUKPPI Dinas Perikanan Beltim, Tatan, S.St.Pi. Para peserta memperoleh pengetahuan mengenai teknik penggemukan kepiting bakau serta sejumlah model budidaya. Seperti keramba tancap dan apartemen kepiting, yang dapat disesuaikan dengan kondisi kawasan dan kemampuan kelompok.

Bimtek ini juga menghadirkan Selanduk Permai di Kecamatan Gantung, kelompok binaan KPLPB dan SEKAR sekaligus penerima manfaat program CSR PHE OSES.

Kelompok tersebut membagikan pengalaman dalam menjalankan usaha penggemukan kepiting bakau, mulai dari metode budidaya hingga peluang ekonomi dan kendala yang dihadapi.

BACA JUGA:KPHP Gunung Duren Perkuat Kolaborasi 67 Kelompok Perhutanan Sosial di Beltim

Hasilnya cukup menjanjikan. Kelompok Selanduk Permai di Kecamatan Gantung, telah melakukan dua kali panen pilih dengan kapasitas sekitar 70 Kg dalam satu periode penggemukan selama 2–3 bulan.

Pengalaman ini menjadi contoh bagi kelompok lain bahwa kawasan mangrove dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi PHE OSES, SEKAR, KPLPB, dan UPTD KPHP Gunung Duren, pengembangan usaha kepiting bakau diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelompok perhutanan sosial di Belitung Timur.

Dukungan program CSR, pendampingan teknis, serta penguatan kelembagaan kelompok menjadi bagian penting untuk mendorong keberlanjutan usaha masyarakat pesisir.

BACA JUGA:MoU KPHP Gunung Duren dan SEKAR Perkuat Perhutanan Sosial Beltim, Dorong Ekonomi Masyarakat

Pengembangan kepiting bakau bukan sekadar upaya menciptakan komoditas budidaya baru, melainkan juga langkah membangun sumber ekonomi alternatif di tengah tantangan sektor pertambangan. 

Dengan mengoptimalkan potensi lokal tanpa merusak ekosistem mangrove, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan pesisir Beltim.

Kategori :