Para peserta didik tersebut datang dari daerah paling barat, yakni Sumatera Utara, hingga wilayah timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keberagaman juga terlihat dari latar belakang agama dan sosial para siswa. Mereka terdiri dari peserta didik beragama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu yang belajar bersama dalam lingkungan pendidikan yang sama.
"Anak-anak ini 73 berasal dari paling barat itu Sumatera Utara, paling timur itu Nusa Tenggara Timur. Kalau Bapak Ibu lihat, sangat beragam sekali. Namun, tujuannya sama, yaitu untuk belajar bersama dan berkembang untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Winda menegaskan, potensi anak-anak berprestasi tidak hanya berasal dari kota-kota besar. Menurut dia, siswa dari daerah juga memiliki kemampuan untuk bersaing apabila mendapatkan kesempatan, fasilitas, dan lingkungan belajar yang tepat.
BACA JUGA:Disperindag Beltim Siapkan Inovasi Nyaman Belanje, Layanan Pasar Makin Digital
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan inspirasi dari kisah Laskar Pelangi, yang menggambarkan pentingnya kesempatan pendidikan bagi anak-anak daerah untuk meraih cita-cita.
"Kami percaya bahwa potensi anak-anak itu tidak hanya berasal dari kota besar. Kami yakin anak-anak dari daerah pun mampu bersaing dan belajar jika kita berikan kesempatan dan lingkungan belajar yang tepat," ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, SMA Unggul Garuda Beltim mengembangkan pembelajaran STEM yang dipadukan dengan pendidikan karakter dan pembentukan kepemimpinan.
Pendekatan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Winda menambahkan, sekolah memiliki visi besar untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia, dengan sasaran universitas yang masuk dalam jajaran 100 terbaik dunia.
BACA JUGA:SMA Unggul Garuda di Belitung Timur, Peluang Baru Cetak SDM Kuat dan Berprestasi
Meski demikian, para siswa tetap harus memenuhi persyaratan dan bersaing melalui proses seleksi yang berlaku.
"Kami berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing secara global, tetapi tetap peduli terhadap kebutuhan lokal. Visinya besar, yaitu ingin masuk ke jajaran universitas terbaik di dunia, tentu saja di 100 top university," tegasnya.
Melalui kegiatan Open House ini, Winda berharap dukungan pemerintah daerah, sekolah-sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat semakin kuat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong lebih banyak siswa berprestasi dari Beltim dan daerah lainnya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan berkualitas serta mempersiapkan masa depan di tingkat internasional.