Program Nyaman Belanje Diluncurkan, Pasar Beltim Mulai Bertransformasi Digital
Peluncuran program Nyaman Belanje oleh Disperindag Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (2/11/2026)-Foto: Muchlis Ilham/BE-
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai mendorong transformasi digital di sektor perdagangan melalui peluncuran program Nyaman Belanje (Nyaman Bertransaksi dan Melayani melalui Jaringan Digital Terintegrasi).
Program inovasi yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Beltim ini diluncurkan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (2/11/2026) pagi.
Peluncuran tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perangkat daerah, serta unsur pengelola pasar dan undangan lainnya.
Kepala Disperindag Beltim, Harli Agusta, mengatakan program Nyaman Belanje lahir dari hasil evaluasi terhadap pelayanan administrasi di lingkungan Disperindag.
BACA JUGA:Investasi Udang Vaname di Beltim Mulai Beroperasi, Potensi Serap Hingga 400 Tenaga Kerja
Selain itu, kondisi pasar rakyat juga dinilai masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Harli, sejak mulai bertugas pada April 2026, pihaknya bersama jajaran langsung melakukan diskusi dan pengumpulan data untuk mengidentifikasi persoalan mendasar dalam pelayanan perdagangan dan perindustrian.
Dari hasil kajian tersebut, ditemukan bahwa proses administrasi pelayanan Disperindag Beltim masih banyak dilakukan secara manual.
Pengelolaan data juga belum terintegrasi sehingga membutuhkan waktu relatif lama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Selamatan Laut Desa Baru, Bupati Beltim Ingatkan Warga Jaga Tradisi Leluhur
Beberapa layanan yang membutuhkan pembenahan di antaranya pengurusan Tanda Daftar Gudang (TDG), pendaftaran gudang, pendampingan hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
"Pengelolaan data masih terfragmentasi dan proses administrasi masih sangat manual. Akibatnya, penyelesaian pelayanan, termasuk pendampingan perizinan, membutuhkan waktu cukup lama," jelas Harli.
Persoalan serupa juga ditemukan di pasar rakyat. Aktivitas transaksi jual beli di sejumlah pasar masih didominasi pembayaran tunai, sementara fasilitas pendukung digitalisasi belum tersedia secara memadai.
Harli menyebut tiga pasar utama di Beltim, yakni Pasar Gantung, Pasar Kelapa Kampit, dan Pasar Lipat Kajang Manggar, belum memiliki fasilitas Wi-Fi gratis yang dapat dimanfaatkan pedagang maupun pengunjung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: