Stunting Masih Jadi PR, Babel Genjot Program Bangga Kencana 2026

Stunting Masih Jadi PR, Babel Genjot Program Bangga Kencana 2026

Rakorda Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Kepulauan Babel di Gedung Serbaguna H Ishak Zainudin Pemkab Belitung, Rabu (8/4/2026)-Dodi Pratama/BE-

Selain itu, BKKBN akan menggelar pelayanan KB serentak pada April 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah putus pakai kontrasepsi yang dapat memicu lonjakan angka kelahiran.

BACA JUGA:Fraksi PDIP DPRD Beltim Soroti Riset dan Inovasi, Tekankan Implementasi dan Dampak Nyata

Pengendalian pertumbuhan penduduk dinilai penting agar tidak berdampak pada meningkatnya kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja.

Oleh karena itu, program KB menjadi bagian strategis dalam Bangga Kencana.

Program Genting juga terus dijalankan dengan menyasar anak stunting, ibu hamil, dan keluarga yang membutuhkan. Bantuan diberikan untuk memastikan pemenuhan gizi dan kesehatan kelompok rentan.

Namun, pelaksanaan program masih dihadapkan pada sejumlah kendala. Salah satunya kondisi geografis Bangka Belitung yang terdiri dari wilayah kepulauan, sehingga menyulitkan akses distribusi.

Untuk mengatasi hal tersebut, BKKBN melakukan distribusi logistik lebih awal, termasuk obat-obatan dan alat kontrasepsi. Langkah ini dilakukan agar layanan tetap berjalan meski menghadapi hambatan di lapangan.

BACA JUGA:Promo Swiss-Belresort Belitung Khusus Warga KTP Babel, Staycation Hemat April 2026

Keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Karena itu, BKKBN mendorong kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga pengasuh dalam program Tamasya turut menjadi fokus. Pelatihan dan sertifikasi dilakukan untuk memastikan kualitas pengasuhan anak semakin baik.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyatakan dukungan terhadap penguatan Program Bangga Kencana. Ia menilai program ini sejalan dengan upaya percepatan penanganan stunting di daerah.

Menurutnya, sinergi dengan program nasional seperti MBG dapat membantu mendeteksi lebih cepat anak yang mengalami stunting. Dengan demikian, intervensi bisa dilakukan secara tepat dan efektif.

BACA JUGA:MoU KPHP Gunung Duren dan SEKAR Perkuat Perhutanan Sosial Beltim, Dorong Ekonomi Masyarakat

“Program ini juga selaras dengan program MBG yang menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Dengan sinergi ini, penanganan stunting dapat dilakukan lebih terarah,” katanya.

Pemerintah berharap melalui penguatan strategi dan kolaborasi lintas sektor, penanganan stunting di Bangka Belitung dapat berjalan lebih optimal. Targetnya, kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga terus meningkat menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: