Stunting Masih Jadi PR, Babel Genjot Program Bangga Kencana 2026
Rakorda Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Kepulauan Babel di Gedung Serbaguna H Ishak Zainudin Pemkab Belitung, Rabu (8/4/2026)-Dodi Pratama/BE-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Stunting masih menjadi pekerjaan rumah atau PR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Pemerintah pun terus menggenjot Program Bangga Kencana 2026 setelah evaluasi menunjukkan sejumlah indikator belum mencapai target nasional.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna H Ishak Zainudin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Rabu, 8 April 2026.
BACA JUGA:44 UMKM Belitung Dapat Sertifikat Halal Gratis, Hemat Biaya Hingga Jutaan Rupiah
Upaya percepatan dilakukan melalui penguatan program keluarga berencana, pengasuhan anak, serta intervensi gizi bagi kelompok rentan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka stunting secara lebih terarah.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Babel, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan evaluasi program 2025 menjadi dasar penyusunan strategi tahun 2026.
Pemerintah memetakan capaian dan kekurangan untuk menentukan langkah perbaikan.
“Melalui evaluasi ini kita melihat apa saja yang sudah tercapai dan yang belum. Jika masih ada target yang belum terpenuhi, maka akan disusun langkah strategis untuk tahun 2026,” kata Fazar.
BACA JUGA:Dukung Revalidasi Geopark Belitung, KKP Perkuat Pengelolaan Penyu
Menurutnya, secara umum capaian program sudah cukup baik, meski masih ada indikator yang berada di bawah rata-rata nasional. Karena itu, diperlukan intervensi yang lebih tepat sasaran di lapangan.
Program Bangga Kencana juga melibatkan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi ini penting agar program seperti penurunan stunting dan pengasuhan anak melalui Tamasya dapat berjalan efektif.
“Daerah harus memahami program yang ada agar intervensi tepat sasaran. Jangan sampai masih ada kasus stunting yang tidak terpantau,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: