Parkir Semrawut di Tanjungpandan Ganggu Wisatawan, Pemkab Belitung Siapkan Langkah Konkret
Rapat koordinasi terkait penataan perparkiran di kawasan Kota Tanjungpandan di Ruang Rapat Dishub Belitung, Rabu (6/5/2026)--Foto: Diskominfo Belitung
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Penataan parkir Tanjungpandan kini mendesak dibenahi karena kondisi yang semakin semrawut mulai mengganggu lalu lintas dan kenyamanan wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Belitung langsung menyiapkan langkah konkret berupa kolaborasi lintas sektor dan pembangunan kantong parkir baru.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menegaskan bahwa persoalan parkir di pusat kota tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Penanganannya harus melibatkan berbagai instansi karena berkaitan dengan kewenangan jalan yang berbeda.
“Penataan perparkiran di pusat kota Tanjungpandan memerlukan upaya kolaborasi lintas sektor,” kata Syamsir dilansir dari Antara, Kamis (7/5/2026).
BACA JUGA:Truk Tangki BBM Solar Diamankan Polda Babel di Membalong, Siapa Pemiliknya?
Ia menjelaskan, sebagian ruas jalan di pusat kota berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten. Kondisi ini membuat kebijakan penataan parkir harus disinergikan agar tidak tumpang tindih.
Kolaborasi menjadi kunci agar penataan berjalan efektif dan bisa diterapkan secara menyeluruh. Tanpa koordinasi, kebijakan berpotensi tidak maksimal di lapangan.
Parkir Semrawut Ganggu Lalu Lintas dan Citra Wisata
Masalah parkir yang tidak tertata kini bukan hanya soal ketertiban. Dampaknya sudah meluas hingga mengganggu arus lalu lintas dan menurunkan estetika pusat kota Tanjungpandan.
Pemerintah daerah menilai kondisi ini dapat mempengaruhi pengalaman wisatawan yang datang ke Belitung. Wajah kota yang semrawut berisiko mengurangi daya tarik destinasi.
BACA JUGA:Rehabilitasi 92 Hektare Kebun Lada Belitung Dimulai Saat Minat Petani Menurun
Syamsir menegaskan penataan parkir harus segera dilakukan agar pusat kota terlihat lebih rapi dan nyaman. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata daerah.
Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: