Waspada Link Palsu! BRI Ingatkan Modus Penipuan Digital Kian Marak, Kenali Cirinya
Waspada Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Waspada dan Kenali Modus Link Palsu--(Dok: BRI)
Dalam praktiknya, korban biasanya diminta memasukkan data sensitif seperti user ID, password, PIN, hingga kode OTP. Data inilah yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku untuk mengambil alih akun.
Kenali Ciri Link Penipuan
Agar tidak terjebak, masyarakat diminta lebih teliti sebelum mengklik tautan.
Beberapa ciri yang perlu diwaspadai antara lain alamat website yang tidak sesuai, tampilan yang sedikit berbeda dari situs resmi, hingga adanya permintaan data pribadi secara tidak wajar.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Belitung Naik, Ini Rincian Terbaru Babel Maret 2026
Phishing sering kali memanfaatkan kepanikan atau rasa penasaran korban. Misalnya dengan iming-iming hadiah, notifikasi akun bermasalah, atau informasi mendesak.
Sebagai langkah pencegahan, BRI mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan kanal resmi dalam mengakses layanan, seperti:
- Website resmi BRI (BRI.co.id)
- Aplikasi mobile banking BRImo
- Internet Banking BRI (ib.BRI.co.id)
- Kantor cabang BRI di seluruh Indonesia
- Contact Center BRI 1500017
- Akun media sosial resmi BRI yang telah terverifikasi
BRI menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui link atau pihak tidak resmi.
Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Think Before Click”.
BACA JUGA:Nostalgia Rasa D’Kambodja Semarang, Kuliner Anne Avantie yang Tumbuh Bersama BRI
Artinya, setiap tautan yang diterima harus dicek terlebih dahulu sebelum diakses. Pastikan sumbernya jelas dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi jika ragu.
Jika menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, masyarakat diminta segera menghubungi Contact Center BRI agar dapat ditangani lebih lanjut.
Edukasi Jadi Kunci Perlindungan
Melalui edukasi yang terus dilakukan, BRI berharap masyarakat semakin sadar akan berbagai modus kejahatan digital yang berkembang.
Kesadaran ini menjadi kunci penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.
Di era serba digital, kewaspadaan menjadi perlindungan pertama. Satu klik yang salah bisa berujung pada kerugian besar. Karena itu, memahami modus penipuan dan selalu berhati-hati menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: