Emas Jadi Andalan Pengembang Kripto, Tether Tambah Kepemilikan Jumbo

Emas Jadi Andalan Pengembang Kripto, Tether Tambah Kepemilikan Jumbo

Ilustrasi emas dan aset kripto, mencerminkan meningkatnya minat pengembang kripto terhadap emas sebagai aset lindung nilai-Belitong Ekspres/AI-

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Emas kian menjadi aset andalan di dunia kripto. Bahkan Pengembang stablecoin Tether tercatat meningkatkan kepemilikannya.

Kepemilikanya meningkat signifikan menjelang akhir 2025, seiring lonjakan harga emas dunia dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Tether Gold Investments yang mencakup Tether International Limited dan TG Commodities Limited menambah sekitar 27 metrik ton emas ke dalam eksposur dananya.

Mengutip laporan Kitco News, Selasa 27 Januari 2026, jumlah ini bahkan melampaui pembelian emas sebagian besar bank sentral individu pada periode yang sama.

BACA JUGA:Harga Emas Dunia Terus Menguat, Analis Ramal Tembus Level Baru

Masuk Jajaran Pemegang Emas Terbesar Dunia

Dengan tambahan tersebut, Tether kini masuk dalam daftar 30 pemegang emas terbesar dunia. Posisi ini menempatkan Tether di atas sejumlah negara, seperti Yunani, Qatar, dan Australia.

Melalui produk Tether Gold, skala operasional perusahaan kripto ini kini disejajarkan dengan pemegang emas tingkat negara. Kondisi ini menandai pergeseran peran pemain kripto dalam ekosistem aset global.

“Skala ini membawa tanggung jawab nyata,” ujar CEO Tether, Paolo Ardoino seperti dikutip dari keterangan resminya.

Cadangan Emas Tembus Ratusan Ribu Ons

Tether mengungkapkan, pada kuartal IV 2025, cadangan Tether Gold mencapai 520.089,35 ons emas.

BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 27 Januari 2026, Stabil dan Turun Tipis

Sepanjang 2025, perusahaan telah menjual 409.271,64 token Tether Gold, dengan sisa 110.871,66 token masih tersedia di pasar.

Manajemen Tether menegaskan target ekspansi kepemilikan emas akan berlanjut hingga 2026.

Langkah ini sejalan dengan harga emas dunia yang telah melampaui level US$ 5.000 per troy ons.

“Lonjakan harga emas di atas US$ 5.000 menandai pergeseran struktural, bukan sekadar reli jangka pendek,” kata Tether dalam pernyataannya.

Emas Digital Jadi Incaran Investor

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: