Bank Himbara Tetap Stabil, Pengamat: Ajakan Tarik Dana Bisa Merugikan Masyarakat

Bank Himbara Tetap Stabil, Pengamat: Ajakan Tarik Dana Bisa Merugikan Masyarakat

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah--(YouTube/Core Indonesia)

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Ajakan menarik dana dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) baru-baru ini ramai diperbincangkan. Namun, para pengamat menilai bahwa seruan tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi merugikan masyarakat serta stabilitas sektor keuangan nasional.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menyatakan bahwa ajakan tersebut tidak memiliki alasan kuat dan hanya menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

"Jika ada gejolak ekonomi, yang paling terdampak adalah masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu, penting untuk tidak mudah percaya pada ajakan yang tidak bertanggung jawab," kata Piter dalam keterangan persnya, Minggu 23 Februari 2025.

Menurutnya, bank-bank Himbara memiliki fundamental keuangan yang kuat dan tetap beroperasi di bawah regulasi ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

BACA JUGA:Jangan Tertipu! Kenali Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok KUR BRI dan Cara Melaporkannya

Keamanan Dana di Bank Himbara

Masyarakat tak perlu khawatir terhadap simpanan mereka di bank Himbara, seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Keempat bank ini tetap menjalankan operasional seperti biasa dengan dukungan pengawasan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.

Pengamat Perbankan Paul Sutaryono menekankan pentingnya peran pemerintah dan otoritas keuangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, bank adalah bisnis yang berbasis kepercayaan, sehingga perlu ada komunikasi yang baik agar nasabah tidak termakan informasi menyesatkan.

"Edukasi yang tepat akan memberikan rasa aman kepada nasabah dan mencegah kepanikan yang bisa berdampak buruk pada stabilitas sektor perbankan," jelas Paul.

Kinerja Bank Himbara Tetap Kuat

Terlepas dari isu yang berkembang, bank-bank Himbara justru mencatatkan kinerja keuangan yang sangat baik pada tahun 2024.

BACA JUGA:Daftar 5 Bansos Cair Jelang Ramadan 2025, Begini Cara Cek dan Dapatkannya!

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, BRI berhasil meraih laba sebesar Rp 60,64 triliun, diikuti oleh Bank Mandiri sebesar Rp 55,78 triliun, BNI Rp 21,5 triliun, dan BTN Rp 3 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi kredit yang sehat serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dari sisi kredit, bank-bank Himbara juga mencatatkan pertumbuhan positif. BRI menyalurkan kredit sebesar Rp 1.354,64 triliun dengan mayoritas ke segmen UMKM, sementara Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp 1.670,55 triliun dengan pertumbuhan 19,5 persen YoY. BNI dan BTN juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang sehat, mencerminkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, likuiditas bank-bank Himbara tetap terjaga dengan baik. BRI berhasil menghimpun simpanan sebesar Rp 1.365,45 triliun dengan rasio CASA 67,30 persen, sementara Mandiri mencatatkan simpanan Rp 1.699 triliun dengan dominasi CASA sebesar 80,3 persen.

Ketua Umum Himbara yang juga Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa fundamental bisnis bank-bank Himbara sangat kuat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap keamanan dana mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: