Investor Tiongkok Dipersulit di Bandara Belitung Gara-gara Ini, Jadi Alarm Rute Internasional

Investor Tiongkok Dipersulit di Bandara Belitung Gara-gara Ini, Jadi Alarm Rute Internasional

Petugas saat melakukan pemeriksaan barang bawaan dalam bagasi investor Tiongkok di Bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan Belitung, Kamis (23/4/2026)-Istimewa-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Rombongan investor Tiongkok dipersulit saat keberangkatan di Bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, Kamis 23 April 2026.

Kendala muncul dari oleh-oleh teripang yang tertahan tanpa solusi. Peristiwa ini memicu sorotan terhadap layanan bandara, jelang pembukaan rute internasional.

Rombongan tersebut berada di Belitung selama tiga hari. Mereka melakukan penjajakan investasi di Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK), Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru, sekaligus memperkuat daya tarik investasi daerah. Namun, pengalaman akhir mereka di bandara justru meninggalkan kesan berbeda.

BACA JUGA:Investasi Baja Tiongkok di Belitung Timur Diuji, KIAK Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Jika Terealisasi

Oleh-Oleh UMKM Jadi Awal Masalah

Wongso, warga Belitung yang mendampingi rombongan tersebut, menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai tidak ada solusi cepat dari petugas saat kendala muncul di momen krusial keberangkatan.

Masalah bermula dari hal yang sebenarnya sederhana. Ia berniat membekali para investor dengan oleh-oleh khas daerah berupa teripang kering, salah satu produk UMKM lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Barang tersebut telah dikemas rapi dan siap dimasukkan ke bagasi. Namun, saat proses keberangkatan mendadak terhenti.

Petugas maskapai Super Air Jet disebut menyatakan bahwa teripang harus dilengkapi izin khusus sebelum dapat dibawa dalam penerbangan.

BACA JUGA:BWC Luncurkan Yayasan Perempuan di Belitung, Fokus Aksi Nyata dan Kemandirian

Dari situ, situasi berubah. Proses yang semula berjalan normal mendadak menjadi kendala yang menyita waktu.

Persoalan tidak hanya berhenti pada aturan, tetapi pada tidak adanya solusi di saat waktu semakin mendesak.

Penerbangan tidak dapat ditunda, sementara penjelasan yang diterima tidak diikuti dengan alternatif yang bisa ditempuh dalam waktu singkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: