Tips KPR Rumah 2026 Agar Cicilan Tak Memberatkan, Ini Cara Hitung yang Aman
Ilustrasi rumah dan dokumen KPR--(Foto: Pixabay)
BELITUNG, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Membeli rumah lewat KPR di tahun 2026 bukan lagi sekadar soal “punya DP” atau tergiur promo bunga rendah.
Seiring penyesuaian suku bunga, biaya hidup terus naik, serta seleksi bank yang makin ketat, keputusan mengambil KPR perlu dihitung dengan kepala dingin.
Bagi banyak orang, cicilan rumah akan menemani hidup belasan hingga puluhan tahun. Jika salah perhitungan sejak awal, KPR yang seharusnya jadi solusi justru berubah menjadi sumber stres finansial.
Karena itulah, sebelum mengajukan KPR rumah 2026, satu langkah penting yang sering diabaikan adalah melakukan audit keuangan pribadi.
Melalui proses ini, fondasi finansial benar-benar diuji: apakah sudah cukup kuat untuk menopang cicilan jangka panjang, atau justru masih rapuh dan rawan goyah ketika menghadapi tekanan ekonomi.
Berikut panduan lengkap agar KPR tetap sehat dan tidak memberatkan di kemudian hari, dirangkum dari referensi terpercaya rumah123.com dan telaah redaksi Belitong Ekspres.
BACA JUGA:Warga Beltim Berobat ke Jakarta Tak Perlu Pikir Biaya Inap, Kini Punya Rumah Singgah Gratis
Audit Keuangan Awal Tahun: Fondasi Sebelum Ajukan KPR
Langkah pertama sebelum masuk ke bank adalah jujur pada kondisi finansial sendiri. Audit ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi masa depan keuangan keluarga.
1. Pastikan Dana Darurat Tetap Aman
Dana darurat menjadi fondasi utama sebelum memutuskan mengambil KPR. Jangan sampai seluruh tabungan habis hanya demi membayar uang muka rumah.
Di tahun 2026, banyak perencana keuangan menyarankan dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan bagi lajang, dan idealnya dua belas kali bagi mereka sudah berkeluarga.
Dana ini harus tetap tersedia setelah DP dibayarkan. Fungsinya sebagai bantalan jika sewaktu-waktu terjadi PHK, usaha melambat, atau muncul kebutuhan darurat tidak terduga.
BACA JUGA:Bukti Ilmiah: 7 Manfaat Pelihara Kucing di Rumah Menurut Penelitian
2. Cek Stabilitas Penghasilan
Selain dana darurat, stabilitas penghasilan juga menjadi faktor krusial dalam penilaian KPR. Bank tidak hanya melihat besar kecilnya gaji, tetapi juga konsistensi pemasukan dari waktu ke waktu.
Bagi karyawan, masa kerja minimal dua tahun dengan status tetap masih menjadi standar ideal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: