Kisah Haru Guru di Kelapa Kampit, Husniati Berangkat Umroh Gratis Berkat Program Pemkab Beltim

Rabu 24-12-2025,01:08 WIB
Reporter : Muchlis Ilham
Editor : Redaksi BE

Menurut Kamarudin, keberangkatan Husniati bukanlah bentuk perlakuan khusus. Ia menyebut keputusan itu sebagai bentuk penghormatan kepada guru yang telah berjasa dalam perjalanan hidupnya.

Keberangkatan guru asal Kecamatan Kelapa Kampit tersebut juga merupakan bagian dari kuota tambahan di luar program utama.

Kamarudin juga menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara terbuka dan transparan. Tidak ada kebijakan khusus yang menyimpang dari konsep awal Program Umroh Nyaman Berkah.

Bagi Husniati Muhani guru asal Kelapa Kampit yang sudah sepuh, kesempatan berangkat umroh gratis ini terasa seperti mimpi.

BACA JUGA:SMA Unggul Garuda di Belitung Timur, Peluang Baru Cetak SDM Kuat dan Berprestasi

Ia mengaku tidak pernah menyangka akan kembali mendapat panggilan ke Tanah Suci setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, ini rezeki dari Allah. Mudah-mudahan dengan keberangkatan umroh ini, Belitung Timur tambah sejahtera, istilahnya lebih berkah,” ucap Husniati dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menyampaikan doa tulus untuk daerah yang telah membesarkannya. Baginya, umroh bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang harapan dan keberkahan untuk masyarakat Belitung Timur.

“Untuk ibu sendiri, semoga diberikan kesehatan. Dilancarkan semuanya dari berangkat sampai pulang kembali,” tuturnya.

BACA JUGA:Realisasi PAD Belitung 2025 Lampaui Target, Ini Sektor Penyumbang Terbesar

Husniati tidak menutupi rasa haru karena mantan muridnya masih mengingat jasa seorang guru. Ia merasa bangga sekaligus terharu melihat perhatian yang diberikan oleh pemimpin daerah kepada pendidiknya.

“Kebetulan Pak Bupati murid ibu (sewaktu mengajar di Kelapa Kampit) . Dia teringat dengan guru yang pernah mengajarnya. Alhamdulillah, semua ini berkah dari Allah,” katanya.

Meski sudah pernah berhaji, Husniati tetap mempersiapkan diri dengan penuh kerendahan hati. Ia tidak ingin merasa berlebihan atau lengah dalam menjalani ibadah.

“Persiapannya tidak begitu banyak karena ibu sudah pernah haji. Tapi kita tidak boleh sombong. Kita tidak tahu bagaimana keadaan di sana. Mudah-mudahan berangkat dan pulang sehat,” ujarnya lirih.

BACA JUGA:5 Peluang Bisnis 2026 Diprediksi Laris, Gen Z Wajib Siap dari Sekarang

Kisah Husniati Muhani menjadi gambaran nyata bahwa Program Umroh Nyaman Berkah bukan sekadar program seremonial. Di dalamnya ada nilai kemanusiaan, penghargaan terhadap jasa, serta doa yang tulus untuk masa depan daerah.

Kategori :