Pembagian ini bukan aturan kaku. Namun, kerangka ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan masa depan.
Alokasi Kebutuhan Pokok dari Gaji Rp6 Juta
Dari total gaji, sekitar Rp3.000.000 digunakan untuk kebutuhan utama sehari-hari. Pos ini mencakup: makan dan minum, transportasi kerja, listrik, air, dan internet, serta biaya tempat tinggal atau kos.
BACA JUGA:11 Jenis Mobil Honda Populer 2025, Lengkap dari City Car hingga Sedan Premium
Menjaga kebutuhan pokok tidak melebihi 50 persen sangat penting. Jika pos ini membengkak, maka tabungan hampir pasti terganggu.
Strategi Tabungan dan Investasi dari Gaji Rp6.000.000
Pos tabungan dan investasi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan gaji Rp6.000.000. Dari total Rp1.800.000 per bulan, pembagiannya bisa dilakukan secara bertahap.
Sebagian besar dialokasikan untuk tabungan dan dana darurat. Sisanya digunakan untuk investasi jangka menengah dan panjang.
Dana darurat sebaiknya dibangun terlebih dahulu. Fungsinya sebagai pelindung saat terjadi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak.
Setelah dana darurat mulai terbentuk, barulah investasi bisa ditingkatkan secara perlahan.
BACA JUGA:7 Motor Matic Terbaik dan Paling Digemari Anak Muda 2025
Prinsip Pakar Keuangan yang Relevan untuk Gaji Menengah
Banyak perencana keuangan menekankan prinsip pay yourself first. Artinya, sisihkan uang untuk tabungan dan investasi segera setelah menerima gaji, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
Prinsip ini membuat menabung menjadi kewajiban, bukan pilihan. Dengan cara ini, tabungan tetap berjalan meski pengeluaran meningkat.
Selain itu, pakar keuangan juga menekankan pentingnya konsistensi. Menabung Rp500 ribu setiap bulan jauh lebih berdampak dibanding menabung besar tetapi tidak rutin.
Sistem keuangan yang sederhana juga lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.