Membelai atau memeluk kucing dapat merangsang pelepasan hormon endorfin. Hormon ini berperan dalam mengurangi rasa nyeri sekaligus memperbaiki suasana hati.
Aktivitas merawat kucing juga memberi efek menenangkan, terutama setelah menjalani hari yang melelahkan.
Selain itu, bermain dengan kucing mendorong aktivitas fisik ringan. Gerakan sederhana ini membantu tubuh melepas ketegangan dan menurunkan gejala stres yang sering muncul akibat rutinitas padat.
3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Manfaat memelihara kucing juga berkaitan langsung dengan kesehatan jantung. Seperti studi jangka panjang dari Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat.
Para peneliti mengungkap bahwa orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal akibat penyakit jantung 30 hingga 40 persen lebih tinggi.
BACA JUGA:Arab Saudi Temukan Cadangan Emas Raksasa di Makkah, Dunia Terkejut
Penelitian ini dilakukan selama 10 tahun dengan melibatkan 4.435 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa kehadiran kucing berkontribusi pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
4. Membantu Anak dengan Autisme Lebih Interaktif
Kucing juga memberikan dampak positif bagi anak-anak dengan gangguan spektrum autisme.
Penelitian dari University of Missouri menunjukkan adanya peningkatan interaksi sosial pada anak penderita autisme ketika mereka hidup berdampingan dengan hewan peliharaan.
Hampir separuh keluarga yang diteliti memelihara kucing. Para orang tua melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara anak dan kucing peliharaan mereka.
Kehadiran kucing membantu anak merasa lebih aman, tenang, dan terbuka dalam berinteraksi.
5. Membantu Meredakan Nyeri Tulang dan Otot
Salah satu keunikan kucing adalah suara dengkurannya atau purring. Suara ini bukan sekadar tanda kenyamanan, tetapi juga memiliki potensi terapeutik.
BACA JUGA:Raja Rezeki Tahun Kuda Api 2026: 6 Shio Kuasai Peluang dan Sukses Finansial