Harga Lada Putih Babel Januari 2026 di Tingkat Petani dan Pasar Daring

Jumat 23-01-2026,13:49 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

Sepanjang 2025, ekspor muntok white pepper Bangka Belitung tercatat mencapai 1,37 ribu ton. Nilai ekonominya menembus Rp180 miliar.

Capaian tersebut menegaskan posisi lada putih Babel sebagai komoditas unggulan nasional. Permintaan dari pasar internasional masih terjaga meski situasi global berfluktuasi.

Aktivitas ekspor tercatat stabil dengan frekuensi pengiriman mencapai 184 kali sepanjang 2025. Data ini menunjukkan konsistensi pasokan dan kepercayaan pasar.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bangka Belitung menyebut kualitas menjadi faktor utama tingginya permintaan. Lada putih Babel dikenal memiliki aroma khas dan tingkat kepedasan yang konsisten.

BACA JUGA:Cita Rasa Khas Lada Babel Bikin Jepang Ketagihan, Ekspor Diproyeksi Terus Naik

Kepala BKHIT Babel, Herwintarti, menyebut lima negara menjadi tujuan utama ekspor lada putih. Negara tersebut meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

“Ekspor lada putih Kepulauan Bangka Belitung masih cukup tinggi karena kualitasnya diakui pasar global,” ujar Herwintarti, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data Best Trust atau Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology, volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton. Sistem ini mencatat seluruh lalu lintas komoditas yang diawasi Badan Karantina Indonesia.

Selain ekspor, distribusi lada putih untuk pasar domestik juga cukup besar. Sepanjang 2025, pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia mencapai 6.323 ton.

Distribusi domestik tersebut dilakukan sebanyak 308 kali pengiriman. Nilai perdagangannya menembus Rp535,89 miliar.

Herwintarti menilai tingginya lalu lintas domestik menunjukkan peran strategis Babel dalam rantai pasok nasional. Lada putih Bangka Belitung menopang ekspor sekaligus kebutuhan industri dalam negeri.

BACA JUGA:Genjot Perluasan Lada Rakyat di Babel, Kementan Targetkan Kebangkitan Kejayaan Lada Putih

Untuk menjaga momentum, Badan Karantina Indonesia terus mendorong program Go Ekspor. Program ini menyasar penguatan daya saing pelaku usaha lada putih.

“Melalui program Go Ekspor, kami aktif mendampingi pelaku usaha agar siap bersaing di pasar internasional,” katanya.

Pendampingan difokuskan pada kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir. Proses budidaya, pascapanen, pengolahan, hingga distribusi menjadi perhatian utama.

BKHIT Babel juga memastikan pengawasan karantina dilakukan secara ketat. Langkah ini untuk menjamin pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan.

Kategori :