Berdasarkan restrukturisasi yang dilakukan pada Oktober lalu, Microsoft akan melepaskan sebagian kebutuhan pusat data dan akses riset pada awal 2030.
Perubahan ini menandai fase baru dalam kemitraan kedua perusahaan.
Microsoft kini mempersiapkan strategi jangka panjang agar tetap kompetitif meski tanpa ketergantungan penuh pada OpenAI.
Dorong Penggunaan Model AI Terbuka dan Mandiri
Selain kerja sama global, Nadella juga mendorong perusahaan untuk memanfaatkan berbagai model AI yang tersedia, termasuk model sumber terbuka.
Ia menilai perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan model besar dari vendor tertentu. Perusahaan juga perlu membangun model sendiri melalui teknik distilasi.
Teknik ini memungkinkan pengembangan model AI versi lebih kecil, lebih murah, dan lebih efisien, tanpa mengorbankan performa.
BACA JUGA:5 Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 2026, Cuan Receh Tanpa Risiko Akun
Data dan Konteks Jadi Kunci Keunggulan AI
Nadella menekankan bahwa keunggulan utama perusahaan di era AI bukan hanya terletak pada teknologi model.
Yang paling penting adalah bagaimana perusahaan memanfaatkan data dan konteks bisnisnya sendiri.
“Nilai intelektual sebuah perusahaan terletak pada bagaimana mereka menggunakan semua model dengan data dan konteks mereka,” jelas Nadella.
Perusahaan yang mampu mengolah data secara cerdas akan lebih siap menghadapi persaingan digital.
Ancaman Bubble AI Jadi Peringatan Global
Peringatan Satya Nadella menjadi sinyal penting bagi industri teknologi dunia.
Tanpa pemerataan manfaat, AI berpotensi mengalami stagnasi seperti gelembung dot-com di masa lalu.