Ini Dia Mobil Terlaris Dunia 2025, Penjualan Tembus Rekor 10,5 Juta Unit

Minggu 01-02-2026,16:51 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Toyota Motor kembali mengukuhkan posisinya sebagai produsen mobil terlaris di dunia pada 2025.

Pabrikan asal Jepang itu mencatatkan penjualan global sebesar 10,5 juta unit, meski industri otomotif global berada di bawah tekanan kebijakan tarif agresif Amerika Serikat.

Capaian tersebut mencakup penjualan Toyota bersama merek premiumnya, Lexus. Secara tahunan, total penjualan grup ini tumbuh 3,7 persen dan kembali mengungguli para pesaing utama di pasar global.

Volkswagen Group, yang selama ini menjadi rival terdekat Toyota, mencatatkan penjualan sekitar 9 juta unit sepanjang 2025.

Sementara Hyundai Motor Group berada di posisi berikutnya dengan penjualan global sekitar 7,27 juta unit.

BACA JUGA:IIMS 2026 Segera Digelar, Ini Deretan Mobil dan Motor Baru yang Siap Meluncur

Lonjakan Hybrid Jadi Kunci Penjualan Toyota

Kinerja solid Toyota ditopang oleh tingginya permintaan kendaraan hibrida, terutama di pasar Amerika Serikat. Model-model seperti Toyota Prius dan RAV4 menjadi kontributor utama pertumbuhan penjualan.

Di pasar AS saja, penjualan Toyota dan Lexus naik 7,3 persen sepanjang 2025 menjadi 2,93 juta unit.

Angka ini cukup mencolok mengingat pasar otomotif AS sempat dibayangi ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memberlakukan tarif impor otomotif sebesar 25 persen terhadap kendaraan asal Jepang.

Meski kemudian diturunkan menjadi 15 persen, kebijakan tersebut tetap menjadi tantangan besar bagi produsen global.

BACA JUGA:Mobil China Siap Ramaikan IIMS 2026, Dari Wuling hingga Brand Baru

Strategi Toyota Hadapi Tarif AS

Toyota memilih strategi berbeda dalam menghadapi tekanan tarif. Perusahaan menyatakan menyerap sebagian besar dampak biaya tarif tanpa membebankannya secara luas kepada konsumen.

Dikutip CNBC International, Jumat (30/1/2026), trategi Toyota adalah menyerap dampak biaya tarif sembari memperkuat produksi lokal dan efisiensi biaya.

Meski demikian, Toyota mengakui kebijakan tarif AS tetap memberi tekanan signifikan.

Kategori :