Data identitas yang tidak sinkron sering menjadi penyebab verifikasi tertunda.
BACA JUGA:Mau Ajukan KUR BRI 2026 Rp 20 Juta? Ini Syarat Pinjaman dan Cicilan Terbaru
Dokumen Legalitas Usaha
Selain identitas pribadi, bank juga perlu memastikan bahwa usaha yang diajukan benar-benar aktif dan berjalan.
Dokumen legalitas yang biasanya diminta antara lain:
- Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengganti SKU melalui sistem OSS
- NPWP, khusus untuk pengajuan plafon di atas Rp50 juta
Per 2026, sebagian besar bank penyalur KUR sudah menjadikan NIB sebagai syarat utama. UMKM yang belum memiliki NIB disarankan mengurusnya terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman.
Kelengkapan dokumen ini mencerminkan kesiapan dan profesionalitas usaha Anda di mata bank.
Untuk mengajukan KUR 2026, Anda bisa memilih dua jalur utama, yakni secara langsung ke kantor bank atau melalui layanan digital.
Keduanya memiliki alur yang hampir sama. Perbedaannya hanya di tahap awal pendaftaran.
1. Pengajuan Offline
Jalur offline masih banyak dipilih pelaku UMKM yang ingin berkonsultasi langsung dengan petugas.
Anda bisa datang ke kantor cabang bank penyalur terdekat dari lokasi usaha, lalu menyerahkan dokumen persyaratan. Setelah itu, petugas akan melakukan verifikasi awal dan menjadwalkan survei ke lokasi usaha.
Cara ini cocok bagi Anda yang ingin memastikan kelayakan usaha sejak awal.
2. Pengajuan Online
Selain datang langsung ke kantor, pengajuan juga bisa dilakukan melalui website atau aplikasi resmi bank.
Anda cukup mengisi formulir digital, mengunggah dokumen yang diminta, serta melengkapi data usaha secara detail.
Jika lolos tahap administrasi, petugas tetap akan melakukan survei lapangan sebagai bagian dari proses penilaian.
Jalur online biasanya lebih cepat di tahap awal, terutama untuk pemeriksaan dokumen.