Sebanyak 126 petugas telah diterjunkan untuk melakukan pendataan secara langsung ke rumah warga dan pelaku usaha.
Pendataan dilakukan secara door to door selama lebih dari dua bulan di seluruh wilayah Beltim.
“Seluruh rumah akan dikunjungi dan seluruh usaha akan didata oleh petugas,” kata Syahroni.
Ia mengimbau masyarakat menerima petugas dan memberikan data yang benar agar hasil sensus akurat.
BACA JUGA:Sanitasi Aman Beltim Baru 4,70 Persen, Pemkab Genjot PPSP 2026 Kejar Target 30 Persen
BPS Kampanyekan Pesan TIR untuk Masyarakat
Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, BPS Beltim memperkenalkan akronim TIR dalam pelaksanaan sensus.
T berarti terima kedatangan petugas, I berarti isi data dengan benar, dan R berarti rahasia data terjamin.
Syahroni memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah menargetkan tersedianya data komprehensif mengenai aktivitas ekonomi, perkembangan usaha, dan potensi daerah.
BACA JUGA:Gerakan Lingkungan di Belitung Timur, 1.000 Bibit Ditanam untuk Selamatkan Pesisir
Data tersebut akan menjadi fondasi dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih efektif.
Dengan basis data yang kuat, pemerintah optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Belitung Timur.