Harga Emas Tak Terbendung, Pakar Prediksi XAUUSD Bisa Naik ke US$4.900
Ilustrasi: Harga Emas Tak Terbendung, XAUUSD Diincar ke Area US$4.900--(Foto: Freepik)
BELITONGEKSPRES.CO.ID - Harga emas dunia kembali bergerak agresif dan menarik perhatian investor global.
Tarik-menarik sentimen geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat membuat prospek XAUUSD kian panas dibicarakan.
Pada perdagangan sesi Amerika Utara Rabu, 21 Januari 2026, harga emas menguat sekitar 0,25 persen. XAUUSD diperdagangkan di kisaran US$4.772 per troy ounce.
Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor tertinggi baru di level US$4.888.
Harga kemudian terkoreksi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan opsi militer terkait isu Greenland tidak akan diambil.
BACA JUGA:IHSG Rontok ke 8.992, 5 Saham Ini Justru Melejit hingga 34 Persen
Pernyataan tersebut sedikit meredakan ketegangan geopolitik global. Namun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai belum sepenuhnya luntur.
Analis Dupoin Indonesia Andy Nugraha menilai struktur teknikal emas masih berada dalam tren naik yang solid. Pergerakan harga tetap bertahan di atas indikator Moving Average utama.
Formasi candlestick yang terbentuk menunjukkan tekanan beli masih mendominasi pasar. Koreksi yang terjadi dinilai sebagai fase wajar dalam tren bullish jangka menengah hingga panjang.
“Selama harga emas mampu bertahan di atas area support kunci, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka,” ujar Andy Nugraha dalam analisisnya, Kamis 22 Januari 2026.
BACA JUGA:Prediksi IHSG Jumat 23 Januari 2026, Ini Saham Pilihan Analis untuk Trading
Dalam proyeksi jangka pendek, Andy melihat potensi emas menguji area US$4.900 jika sentimen positif tetap terjaga. Level tersebut menjadi target psikologis baru bagi pelaku pasar.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, area US$4.756 dipandang sebagai support terdekat yang krusial. Bertahannya harga di zona ini penting untuk menjaga struktur tren naik.
Dari sisi fundamental, dinamika geopolitik masih menjadi penggerak utama harga emas. Perubahan sikap Gedung Putih terhadap isu perdagangan dan keamanan global ikut memengaruhi sentimen pasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: investor.id