Penyebab Harga Emas Terus Meroket di 2026 Terungkap
Ilustrasi: Harga emas terus menguat saat dolar AS tertekan, mencerminkan pergeseran investor ke aset safe haven-Ist-
Ia menilai kondisi geopolitik global mengalami kemerosotan yang nyata.
Situasi ini mendorong investor ritel maupun institusi untuk meningkatkan porsi emas dalam portofolio mereka.
DZ Bank sendiri memperkirakan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut sepanjang 2026, seiring belum adanya tanda stabilisasi geopolitik yang kuat.
Hubungan Erat Emas dan Dolar AS kembali Terlihat
Selain faktor geopolitik, reli emas juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS.
BACA JUGA:Naik Gila-gilaan: Ahli Prediksi Harga Emas Bisa Tembus Segini pada 2030
Dalam sepekan terakhir, emas mencatat kenaikan mingguan terbaiknya dalam hampir 20 tahun. Pada saat yang sama, dolar AS mengalami minggu terburuk sejak Mei 2025.
Pergerakan ini menunjukkan kembali hubungan klasik antara emas dan dolar. Ketika dolar melemah, emas cenderung menguat.
Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai pergerakan emas saat ini sangat sesuai dengan teori safe haven. Ia menyebut permintaan perlindungan masih sangat kuat di pasar.
Menurutnya, kepercayaan investor terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah mulai terlihat goyah. Kondisi ini membuat emas kembali dipandang sebagai alternatif yang lebih aman.
Sepanjang 2025, dolar AS mencatat penurunan tahunan sekitar 9,5 persen. Ini menjadi pelemahan terdalam sejak 2017.
BACA JUGA:Harga Emas Makin Panas, Bank Sentral Dunia Borong Emas Besar-besaran
Banyak analis memperkirakan tekanan terhadap dolar akan berlanjut sepanjang tahun 2026.
Hal itu pipicu oleh ketidakpastian ekonomi AS, tingginya utang pemerintah, serta peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Pelemahan Dolar Dorong Permintaan Global Emas
Dolar yang melemah membuat emas dan perak menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Efek ini secara langsung meningkatkan permintaan global.
Ketika ketidakpastian terhadap dolar meningkat, investor internasional cenderung mencari aset alternatif yang tidak terikat langsung pada kebijakan satu negara. Emas menjadi pilihan utama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber