Penyebab Harga Emas Terus Meroket di 2026 Terungkap

Penyebab Harga Emas Terus Meroket di 2026 Terungkap

Ilustrasi: Harga emas terus menguat saat dolar AS tertekan, mencerminkan pergeseran investor ke aset safe haven-Ist-

Di sisi lain, mata uang safe haven lain seperti yen Jepang juga menghadapi tekanan akibat kekhawatiran fiskal domestik.

BACA JUGA:Analis Optimistis Harga Emas Terbang Tinggi ke Titik Ini

Spekulasi intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen berpotensi menambah tekanan pada dolar AS.

Kondisi ini membuka ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatannya.

Masuknya Investor Baru Memperkuat Reli

Lonjakan harga emas juga tidak lepas dari masuknya investor baru ke pasar.

Permintaan terhadap exchange-traded fund berbasis emas mengalami peningkatan tajam.

Produk ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur emas tanpa harus menyimpan fisik logam mulia.

BACA JUGA:Mengenal Iridium, Logam Super Langka yang Lebih Mahal dari Emas

Analis Deutsche Bank mencatat, saat ini pasar emas didorong oleh dua sumber pembeli agresif. Bank sentral dan investor ETF.

Bank sentral di berbagai negara telah lama menjadi pembeli emas untuk diversifikasi cadangan devisa.

Namun, masuknya kembali investor ETF dalam skala besar menciptakan dorongan tambahan yang signifikan.

Menurut laporan World Gold Council, hingga akhir Desember 2025, total aset kelolaan ETF emas global melonjak dua kali lipat menjadi US$559 miliar. Atau sekitar Rp9,36 kuadriliun.

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar emas global.

World Gold Council menyebut reli harga emas didorong kombinasi permintaan safe haven, momentum buying karena tren harga naik, serta pelemahan dolar AS.

BACA JUGA:Harga Emas Menguat di Tengah Memanasnya Tensi Geopolitik Global

Prospek Harga Emas Sepanjang 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber